Breaking

logo

17 Juli 2022

Orang Ini Babak Belur Berlumuran Darah Usai Hina Islam, Warganet: Agama Jangan Buat Main-main!

Orang Ini Babak Belur Berlumuran Darah Usai Hina Islam, Warganet: Agama Jangan Buat Main-main!

Orang Ini Babak Belur Berlumuran Darah Usai Hina Islam, Warganet: Agama Jangan Buat Main-main!

DEMOCRAZY.ID - Sebuah video memperlihatkan seorang pria babak belur berlumuran darah diduga diamuk warga usai hina agama islam. 


Diwartakan peristiwa dalam video itu terjadi di Malaysia, terlihat seorang pria babak belur berlumuran darah diduga diamuk warga usai hina islam.


Video itu dibagikan oleh salah satu pengguna twitter dengan akun @L3laki_5uny1 sebagaimana dilansir pada Minggu, 17 Juli 2022.


Dalam video itu terlihat seorang pria asal Malaysia diamuk warga, seseorang dari mereka berteriak memberi kecaman, “Agama jangan buat main!” ujar salah satu warga teriak. 


Namun, terlihat santai sang pelaku malah membuka HP sambil hendak menelepon dan masuk ke Rumah, sambil berkata ‘Tahu’ lantas saja dia diteriaki warga, “kau orang ape?! Agama ape?! Woy!,” teriak warga kepada orang itu.


Berdasarkan keterangan pengguna twitter yang membagikan video itu, bahwasanya pelaku penghina agama islam itu hendak ditangkap polisi Malaysia namun keburu babak belur oleh warga setempat. 


“Polisi Malaysia Tangkap Pelaku Penghujat Agama Islam. Pelaku Sudah Babak Belur lebih dahulu,” tulis sang pengguna twitter menjelaskan dalam cuitannya. 


Video itu kemudian mendapatkan banyak perhatian masyarakat Indonesia sebagai negara dengan umat muslim terbanyak di dunia ini.


Seolah mudah terbakar sumbu emosinya, ramai-ramai warganet Indonesia ikut menghujat pria asal Malaysia yang diduga hina agama islam itu. 


Salah satunya ialah warganet dengan akun twitter @Babangskuy2


Dirinya menuliskan komentar hujatan menandakan kekesalannya kepada oknum pria asal Malaysia yang diduga hina islam. 


“Mantap… Bonyokin dulu aja biar Ada efek jera, agama apapun ga boleh di hina,” ujar sang warganet menuliskan dalam kolom komentar video itu. [Democrazy/terkini]