KRIMINAL PERISTIWA

Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo Berhasil ‘Disembunyikan’ Lalu Dibuka, Ada ‘Bisik-bisik’ di Internal Polri!

DEMOCRAZY.ID
Maret 12, 2024
0 Komentar
Beranda
KRIMINAL
PERISTIWA
Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo Berhasil ‘Disembunyikan’ Lalu Dibuka, Ada ‘Bisik-bisik’ di Internal Polri!

Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo Berhasil ‘Disembunyikan’ Lalu Dibuka, Ada ‘Bisik-bisik’ di Internal Polri

DEMOCRAZY.ID - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut menyoroti langkah polisi yang baru membuka kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo kepada publik tiga hari berselang setelah kejadian.


Pasalnya, polisi sejatinya sudah berhasil ‘menyembunyikan’ peristiwa itu dari publik. Yakni sampai dengan tiga hari usai kejadian.


Itu disampaikan Dahlan Iskan dalam tulisan berjudul Bisik-Bisik Keras, yang diterbitkan pada Selasa (19/7/2022).


“Pertanyaannya: kalau sudah berhasil “menyembunyikannya” selama tiga hari mengapa dibuka lewat konferensi pers?” tulisnya.


Menurut Dahlan Iskan, ada dua kemungkinan yang membuat akhirnya baku tembak antara Brigadir Joshua dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu itu dibuka kepada publik.


Kemungkinan pertama, sudah berkembang bisik-bisik di lingkungan terbatas di Polri.


“Irjen Pol Sambo pasti sudah melapor ke atasan mengenai apa yang terjadi, versi dirinya,” kata Dahlan Iskan.


Hanya saja, ia tidak diketahui kapan persisnya Ferdy Sambo melapor kepada pimpinannya itu.


Setelah melapor, maka pimpinannya dipastikan langsung melakukan koordinasi dengan anak buahnya.


Selanjutnya, Mabes Polri pun harus menentukan sikap dan mengambil keputusan.


“Sejak itu mulailah bisik-bisik beredar. Kian hari kian luas. Termasuk yang sudah dibumbui,” beber dia.


Kemungkinan kedua, lantaran berita itu sudah diterima keluarga Brigadir Joshua yang pasti memberitahukan kepada keluarganya tentang kematian anaknya.


“Keluarga korban juga memberitahu keluarga dekat tentang kematian Brigadir Joshua. Juga kian luas. Berikut bumbu-bumbu penyedapnya,” sambungnya.


Kondisi itu kemudian diikuti dengan munculnya ‘tukang bumbu’ yang bisa siapa saja.


“Oknum di media, oknum di keluarga korban, oknum di instansi kepolisian. Bahkan bisa saja dari orang yang ingin menjatuhkan seseorang,” papar dia.


Di sisi lain, bisik-bisik keras di media sosial itu justru malah membantu wartawan dalam mencari informasi.


“Wartawan punya alasan untuk melakukan konfirmasi ke sumber yang kompeten. Atau mengecek ke lapangan,” jelas Dahlan Iskan.


Dia lalu menyinggung intimidasi yang dilakukan oknum polisi kepada wartawan saat tengah melakukan peliputan di sekitar rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.


“Jelas dalam kasus tembak-menembak itu wartawan mengalami hambatan. Dihalangi. HP diperiksa. Isi dihapus. Media sudah mengadu,” bebernya. [Democrazy/pojoksatu]

Penulis blog