Breaking

logo

09 Juni 2022

WOW! Bocah Berusia 11 Tahun di Probolinggo Daftar Banser Demi NKRI

WOW! Bocah Berusia 11 Tahun di Probolinggo Daftar Banser Demi NKRI




DEMOCRAZY.ID - Seorang bocah berusia 11 tahun di Kabupaten Probolinggo, mendaftar diri jihad menjaga NKRI dan membela kyai serta ulama dengan masuk sebagai anggota Banser PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo.


Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas V itu, adalah Aldan, yang merupakan putra pasangan dari Zainullah dan Siti Musdalifah.


Bahkan, dalam keseriusannya untuk menjaga NKRI tersebut, bocah asal Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo ini, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau Diklatsar.


Diklatsar itu sendiri dilakukan di Pondok Pesantren Zainul Falah, Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, selama 3 hari berturut-turut.


Orang tua Aldan, Zainullah mengatakan, kalau putranya tersebut cukup aktif mengikuti kegiatan dan materi yang diberikan oleh panitia.


Hal ini dikarenakan bocah yang baru kelas V ini selalu diajak ayahnya yang merupakan Ketua MWCNU Kuripan dalam kegiatan ke NU an .


"Hampir setiap kegiatan saya di NU, saya selalu mengajak anak saya. Tentu sebagai orang tua saya berkewajiban untuk mengajarkan anak saya untuk mengikuti jejak para muassis NU," ujarnya, Selasa 22 Maret 2022.


Sementara Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Misbahul Munir, menyambut baik dan bangga dengan adanya Banser cilik yang turut serta dalam kegiatan Diklatsar Banser.


"Adanya Banser cilik yang ikut dalam Diklatsar Banser ini, merupakan sebuah kebanggaan bagi keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo," ungkap Munir.


Munir mengatakan, tidak mudahnya mendapat bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk masuk didalam ke NU-an.


"Akan ada pelajaran yang baik dari dia. Terutama nanti akan sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya, semoga barokah," tegasnya.


Munir melanjutkan, kalau Aldan nantinya akan di tempatkan ditempat yang strategis, mengingat dia merupakan kader yang masih usia 11 tahun.


"Ada tempat yang strategis sesuai dengan usianya yang masih terbilang anak-anak," pungkasnya. [Democrazy/sby]