Breaking

logo

08 Juni 2022

VIRAL! Proyek Revitalisasi Rp30 Miliar Dikerjakan Asal-asalan

VIRAL! Proyek Revitalisasi Rp30 Miliar Dikerjakan Asal-asalan

VIRAL! Proyek Revitalisasi Rp30 Miliar Dikerjakan Asal-asalan

DEMOCRAZY.ID - Belum lama selesai dibuat, proyek revitalisasi kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar tahap pertama dinilai asal-asalan dan menuai banyak kritikan dari masyarakat.


 Ketua LSM Masyarakat Memperdulikan Fungsi Sungai (Mamfus), Anang Rosadi, melalui video yang viral di media sosial Instagram, mereview langsung hasil dari proyek amburadul tersebut. 


Video diunggah oleh akun @fakta.indo pada Senin, 6 Juni 2022. 


“Meski baru saja dikerjakan proyek senilai 30 miliar ini sudah berantakan” tulis keterangan dalam unggahan itu.


Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengkritik habis hasil proyek yang memakan anggaran hingga 30 miliar lebih itu. 


Menurutnya ada tiga item pekerjaan yang ia nilai bermasalah. 


Pertama, kurangnya perencanaan dalam pembangunan sistem drainase. 


Kedua, pemasangan paving block yang ia nilai asal-asalan karena hanya diletakan begitu saja tanpa menggunakan semen. 


Tidak hanya itu, paving block juga tidak simetris dan bergelombang. 


“Ini tidak menggunakan semen, ini hanya di taruh biasa,” ungkap Anang kesal. 


Ketiga, Anang menyoroti guiding block yakni garis kuning di trotoar yang memiliki fungsi penunjuk jalan bagi penyandang tuna netra. 


Guiding block itu tidak benar-benar seperti pada mestinya, terbuat dari bahan yang sangat tipis dan dipasang hanya dengan menggunakan lem. 


Ia juga memperlihatkan sudah banyak guiding block yang terlepas.


Bagaimana hal ini bisa dilakukan, pemasangan ini harusnya permanen bukan dilem,” ungkap Anang 


“Seharusnya mereka tahu ada cuaca panas dan hujan ini tidak bisa dilakukan seperti ini, pemasangan harus permanen sifatnya,” lanjutnya jengkel. 


Anang Rosadi menyayangkan pembangunan pedestrian tersebut menyisakan masalah estetika kota dan kenyamanan bagi pengguna jalan. 


Dia menyatakan seharusnya pemerintah betul-betul mengoreksi dengan baik.


Menurutnya, tidak ada lagi tempat bagi rakyat untuk mengkritik kalau pemerintah atau orang-orang yang seharusnya melakukan kontrol dan berperan aktif tidak mau peduli dengan pembangunan. 


Anang juga berharap kepada presiden Jokowi untuk mengetahui hal-hal seperti ini secara langsung, terkait proyek bermasalah yang dikerjakan dengan buruk. 


Ia mengimbau untuk pejabat yang diberikan Amanah dari rakyat untuk dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan itu.


“Pemerintah harus paham menjalankan tanggung jawab dan amanahnya. Rakyat juga harus tanggung jawab Ketika melahirkan pemimpin, kalau tidak, begini hasilnya,” ucap Anang. [Democrazy/viva]