Rocky Gerung: Jokowi Diasuh Oligarki, Sekarang Lagi Incar Ijon Baru! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

07 Juni 2022

Rocky Gerung: Jokowi Diasuh Oligarki, Sekarang Lagi Incar Ijon Baru!

Rocky Gerung: Jokowi Diasuh Oligarki, Sekarang Lagi Incar Ijon Baru!

Rocky Gerung: Jokowi Diasuh Oligarki, Sekarang Lagi Incar Ijon Baru!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung mengenang sejarah ketika para pendiri bangsa beradu argumentasi tentang asas negara.


Menurut Rocky Gerung, ada faksi yang ingin mendirikan negara sosialis, ada yang ingin menjadikan negara Islam, ada pula yang ingin kembali pada kesultanan.


“Semuanya duduk di satu meja, lalu bertengkar secara pikiran. Mereka produksi argumen,” ucap Rocky Gerung saat berbincang dengan jurnalis senior Hazairin Sitepu (Bang HS) di Graha Pena Radar Bogor.


Menurut Rocky, adu argumentasi seperti itu tidak lagi terjadi saat ini. 


Yang terjadi sekarang, isu agama, isu kebersamaan diproduksi melalui sentimen, bukan argumen. 


Hal itu terjadi karena dikerubuti oleh hiruk-pikuk buzzer.


“Jadi bising. Ini memporak-porandakan kemampuan kita untuk duduk bicara secara akademis, bicara secara konseptual,” kata Rocky.


Hal seperti itu juga masuk di dalam kabinet juga, sehingga tidak ada lagi yang mau berpikir konseptual. Yang ada hanya kerja secara teknis saja.


“Padahal Pak Jokowi punya kesempatan untuk mengucapkan pikiran. Misalnya, dua minggu sekali presiden beri publik adres. Undang wartawan terbaik, undang intelektual yang paling nyinyir, undang oposisi yang paling punya satire. Supaya presiden well inform,” imbuh Rocky.


“Tetapi tidak ada itu. Jadi presiden tidak mampu memberi arah akademis, arah konseptual bangsa ini. Akibatnya, beliau setiap kali datang ke kerumunan, bagi-bagi dan lempar-lempar kaus dan segala macam,” tambahnya.


Ia mengkritisi Jokowi yang pernah menyuruh anak-anak menghafal nama-nama ikan. 


Padahal, ikannya tidak tersedia. Protein kepala anaknya kurang.


“Jadi terlihat dari atas, Pak Jokowi tidak punya kapasitas konseptual untuk memberi arah bangsa ini,” bebernya.


Menurut Rocky, kelihatannya oligarki melihat Jokowi memang tidak punya kapasitas yang cukup. Karena itu, Jokowi diasuh atau diijon oligarki dari awal.


Rocky menambahkan, dalam kasus minyak goreng, misalnya, oligarki yang sama, sekarang mau diatur oleh presiden, tentu tidak akan bisa.


Ia menyebut presiden pusing karena menteri perdagangan tidak bisa menyelesaikan sengkarut minyak goreng.


“Kita harus ucapkan secara jujur bahwa Pak Jokowi itu diijon oleh oligarki. Pengijon yang sama. Oligarki yang sama, sedang mengincar ijonan barunya,” imbuhnya.


Ia menanggapi tudingan pendukung Jokowi yang menyebut Rocky hanya bisa kasih mengkritik tanpa memberikan solusi.


“Memang fungsi saya bicara. Mengkritik. Fungsi Jokowi dan kabinet: kerja, kerja, kerja! Masak saya disuruh kerja? Kan kita menggaji presiden dan kabinet untuk cari solusi,” katanya.


“Oke, boleh saja (memberikan solusi). Tapi jadikan saya presiden. Saya selesaikan masalah. Tapi orang bilang, mana Anda bisa. Ya, Anda minta solusi begitu. Dikasih solusi ganti presiden, malah marah,” tambahnya. [Democrazy/pojoksatu]