Breaking

logo

01 Juni 2022

Pesan Terakhir Soeharto Buat BJ Habibie Menangis: Setiap Kali Sholat Saya Selalu Doakan Kamu Selamat

Pesan Terakhir Soeharto Buat BJ Habibie Menangis: Setiap Kali Sholat Saya Selalu Doakan Kamu Selamat

Pesan Terakhir Soeharto Buat BJ Habibie Menangis: Setiap Kali Sholat Saya Selalu Doakan Kamu Selamat

DEMOCRAZY.ID - Hubungan BJ Habibie dan Soeharto memburuk setelah peristiwa Reformasi 1998. Soeharto menolak untuk bertemu BJ Habibie usai lengser dari tampuk Presiden RI usai berkuasa selama 31 tahun.


BJ Habibie dalam sebuah wawancaranya di stasiun televisi pada 2014 menceritakan secara gamblang hubungannya dengan Soeharto.


Pada 8 Juni 1998 saat ulang tahun Soeharto, BJ Habibie yang baru dilantik sebagai Presiden pada 21 Mei 1998 menelepon Bapak Pembangunan itu. 


Namun secara mengejutkan Soeharto menolak untuk bertemu dengan mantan wakilnya itu.


“Saya melalui telepon saya sampaikan, saya butuh masukan, Pak Harto lengser saya mau tahu data-data detail. Kan kalau orang timbang terima kalau anda gubernur diganti ada timbang terima, ada bahan-bahan untuk belajar dari kesalahan,” ucap BJ Habibie.


Soeharto lantas menjawab, “Tidak mungkin kamu ketemu dengan saya, kenapa? Karena merugikan kita. Kita itu bukan Soeharto-Habibie, itu bangsa Indonesia, karena saya kenal Pak Harto. Ruginya karena diadu domba, dia kan orang bijaksana, tahu lapangan,” ujar BJ Habibie.


Lalu Soeharto melanjutkan, “Begini, kamu selesaikan masalah yang kamu hadapi, selesaikan semua”


“Saya jadi emosional. (Saya bilang) Pak Harto yang bener aja dong, saya juga manusia punya perasaan, kenapa saya enggak bisa ketemu Pak Harto,” respons BJ Habibie.


Soeharto lantas mengatakan bahwa di setiap sholatnya dia selalu mendoakan keselamatan dan kesuksesan Habibie. 


Dia kembali meminta agar Habibie untuk fokus saja menjalankan tugasnya.


“Habibie, saya tahu kamu anak yang soleh, kamu sholat 5 kali sehari, saya juga. Tapi kamu harus tahu satu, tiap kali saya sholat, tiap kali saya sholat Habibie, saya doa untuk kamu supaya kamu selamat dan sukses, laksanakan tugamu,” ucap Soeharto seperti diulang BJ Habibie.


Mendengar ucapan tersebut, Habibie langsung mengucapkan terima kasih. 


Usai menutup telepon, Presiden Ketiga RI itu pun tak kuasa menahan tangisnya.


“Terima kasih Pak, saya letakkan itu (telepon), saya nangis. Ada Ainun yang menyaksikan,” ucap Habibie. [Democrazy/oke]