Breaking

logo

28 Juni 2022

Pengamat Ungkap Kemungkinan Anies vs Ganjar Jadi 'Cebong vs Kampret' Jilid II

Pengamat Ungkap Kemungkinan Anies vs Ganjar Jadi 'Cebong vs Kampret' Jilid II

Pengamat Ungkap Kemungkinan Anies vs Ganjar Jadi 'Cebong vs Kampret' Jilid II

DEMOCRAZY.ID - Lembaga survei Indonesia Polling Stations (IPS) merilis hasil survei elektabilitas bakal capres 2024 dengan elektabilitas Prabowo Subianto unggul jauh atas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. 


Menguatnya Prabowo karena beberapa faktor salah, satunya rivalitas pendukung Ganjar dan Anies yang dapat memicu 'kampret' vs 'cebong' jilid 2.


Namun pakar politik Universitas Paramadina Hendri Satrio (Hensat) memperkirakan kampret vs cebong jilid 2 ini nantinya tidak akan terjadi. 


Dia melihat koalisi yang terbentuk pada Pilpres 2024 nanti berbeda dengan pilpres sebelumnya.


"Menurut saya sih nggak, karena nantinya koalisi atau kerja sama partai yang terbentuk itu jauh berbeda dibandingkan yang lalu," ujar Hensat saat dihubungi, Senin (27/6/2022).


"Kalau sekadar di media sosial kan itu bukan orang, lebih banyak ke mesin sih," sambungnya.


Selain itu, menurutnya, terbentuk-tidaknya kampret vs cebong jilid 2 tergantung cara capres bersikap. 


Sebab, menurutnya, ketegasan capres dalam melarang pendukung dapat menghilangkan hal tersebut.


"Tapi terkait 'cebong-kampret' itu tergantung dari bagaimana si calon presiden dan partai politik dalam menyikapi itu. Kalau mereka tegas melarang pendukungnya untuk menyebut atau berkata-kata atau membuat stigma cebong kampret, hilang sendiri nanti cebong kampretnya," tuturnya.


Hasil Survei IPS


Berdasarkan keterangan tertulis IPS, Senin (27/6), survei IPS dilakukan pada 13-23 Juni 2022 di 34 provinsi di Indonesia. 


Jumlah sampel sebesar 1.220 responden, dengan margin of error +/- 2,8% dan tingkat kepercayaan 95%.


Teknik pengambilan sampel dilakukan secara probability dengan teknik acak bertingkat (multistage random sampling). 


Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman kuesioner.


Responden terdistribusi 50% laki-laki dan 50% perempuan serta 60% tinggal di pedesaan dan 40% di perkotaan. 


Quality control terhadap hasil wawancara petugas lapangan dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh para peneliti senior IPS.


IPS mengajukan pertanyaan kepada responden: 'Siapakah yang akan dipilih jika pilpres dilaksanakan hari ini?'. 


Jawabnya, sebanyak 29,8% publik mengaku akan memilih Prabowo Subianto. 


Ganjar Pranowo berada di posisi kedua dengan elektabilitas 20,6%, diikuti Anies Baswedan 16,8%.


Dalam pertanyaan tertutup yang menyajikan 16 nama tokoh, elektabilitas capres-capres lain seperti Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Erick Thohir, dan sebagainya bahkan tercecer sangat jauh dengan elektabilitas Prabowo.


IPS menganalisis soal semakin menguatnya dukungan terhadap Prabowo Subianto dipengaruhi faktor kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. 


Selain itu, pertarungan yang semakin sengit antara para pendukung Ganjar dan pendukung Anies justru menguntungkan posisi Prabowo.


Pertarungan para pendukung Ganjar dan Anies di media sosial dinilai begitu keras, sehingga telah mengingatkan kembali memori publik mengenai perseteruan antara kubu 'kampret' dan 'cebong' pada Pilpres 2019. 


Rivalitas 'kampret' vs 'cebong' jilid 2 akhir-akhir nampaknya cukup menarik perhatian publik.


Publik mengalihkan perhatiannya pada tokoh lain yang dinilai resistensinya oleh kelompok lain tidak terlalu besar. Nama Prabowo pun menjadi alternatif.


Berikut tingkat elektabilitas capres 2024 berdasarkan survei IPS:


Prabowo Subianto 29,8%

Ganjar Pranowo 20,6%

Anies Baswedan 16,8%

Sandiaga Uno 6,8%

Ridwan Kamil 6,2%

Basuki Tjahja Purnama (Ahok) 3,8%

Dedi Mulyadi 2,8%

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,4%

Erick Thohir 2,0%

Moeldoko 1,8%

Mahfud Md 0,8%

Gatot Nurmanyto 0,8%

Airlangga Hartarto 0,6%

La Nyalla Mattalitti 0,6%

Muhaimin Iskandar 0.6%

Puan Maharani 0,6%

Undecided 3,0%