Breaking

logo

08 Juni 2022

Panas! Rusia Walk Out Rapat DK PBB Usai Tersinggung Ucapan Uni Eropa

Panas! Rusia Walk Out Rapat DK PBB Usai Tersinggung Ucapan Uni Eropa

Panas! Rusia Walk Out Rapat DK PBB Usai Tersinggung Ucapan Uni Eropa

DEMOCRAZY.ID - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia, memboikot rapat Dewan Keamanan pada Senin (6/6) lantaran tersinggung dengan pernyataan Presiden Dewan Eropa soal invasinya ke Ukraina.


Nebenzia keluar ruangan rapat setelah Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, menuduh Rusia memicu krisis pangan global dengan melancarkan invasi ke Ukraina.


Michel juga menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan perang seperti kekerasan seksuaal hingga menggambarkannya sebagai "taktik penyiksaan, teror, dan penindasan."


"Tuan Duta Besar Federasi Rusia, jujur saja, Kremlin menggunakan pasokan makanan sebagai rudal siluman terhadap negara-negara berkembang," kata Michel dalam rapat DK PBB tersebut.


"Rusia bertanggung jawab penuh atas krisis pangan ini," ujarnya menambahkan.


Dalam pidatonya, Nebenzia telah "dengan tegas membantah" tuduhan kekerasan seksual terhadap warga Ukraina oleh tentara Rusia. 


Ia mengutuk tuduhan itu sebagai bentuk kebohongan.


Nebenzia lantas meninggalkan ruang rapat DK PBB dengan wajah tampak kesal saat Michel mengulang kembali tuduhannya terhadap Moskow.


"Saya tidak bisa diam saja karena kebohongan yang Charles Michel sebarkan sejak datang ke (rapat) sini," ucap Nebenzia kepada Reuters.


Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina telah memicu krisis pangan global dengan harga biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk melonjak.


Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global, sementara Rusia juga merupakan pengekspor pupuk dan Ukraina adalah pengekspor minyak jagung dan biji bunga matahari.


Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mencoba menengahi apa yang disebutnya "kesepakatan paket" untuk melanjutkan ekspor makanan Ukraina dan pupuk Rusia.


Kenaikan harga pangan dan bahan pokok lainnya juga terus terjadi di berbagai negara, terutama yang cukup mengandalkan ekspor gandum dan bahan makanan lainnya dari Ukraina.


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan mengunjungi Turki pada Rabu (8/6) untuk membahas pembukaan ekspor biji-bijian dari Ukraina. [Democrazy/cnn]