Klaim Prabowo: Pemerintah Sedang Paksakan Tak Boleh Lagi Ekspor Bahan Baku! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

07 Juni 2022

Klaim Prabowo: Pemerintah Sedang Paksakan Tak Boleh Lagi Ekspor Bahan Baku!

Klaim Prabowo: Pemerintah Sedang Paksakan Tak Boleh Lagi Ekspor Bahan Baku!

Klaim Prabowo: Pemerintah Sedang Paksakan Tak Boleh Lagi Ekspor Bahan Baku!

DEMOCRAZY.ID - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya menghentikan ekspor bahan baku. 


Pernyataannya tersebut disampaikan Prabowo dalam ceramah ilmiah di wisuda semester gasal tahun akademik 2021/2022 Universitas Pancasila, Selasa (7/6). 


“Pemerintah yang sekarang sedang memaksakan bahwa kita tidak boleh lagi ekspor bahan baku. Kita harus bikin processing, pengolahan bahan baku jadi bahan jadi di Indonesia," kata Prabowo di Universitas Pancasila. 


Ia mendorong Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya alam secara efisien. 


Mengutip Institute Mineral International, Prabowo menyebut Indonesia memiliki 9 mineral dari 16 mineral terpenting di dunia. 


"Sumber daya alam menurut Institute Mineral International, RI memiliki dari 16 mineral terpenting kita memiliki 9 mineral yang terpenting di dunia. Belum sumber daya alam yang lain. Kita penghasil komoditas yang sangat besar dan sangat banyak,” paparnya.


"Kita harus bikin processing, pengolahan bahan baku jadi bahan jadi di Indonesia. Selama lebih dari 100 tahun kita ekspor bauksit. Aluminimum bahan pesawat terbang, kereta api, televisi, mobil, dan motor. Kita sudah mengusahakan smelter pembuatan. Demikian tembaga, demikian emas, demikian nikel dan bahan lainnya,” imbuhnya. 


Prabowo menegaskan, upaya mengelola sumber daya alam (SDA) di Indonesia dilakukan dengan strategi politik penjagaan teritori SDA lewat penguatan militer. 


"Politik itu bagaimana suatu negara mampu menjaga teritori SDA, bagaimana mengorganisir negara kita. Apakah kita ribut tiap bulan, apakah terus ada huru-hara atau ada ketenangan dan stabilitas. Stabilitas hanya bisa datang kalau ada sistem hukum yang baik dan penuh keadilan. Militer, bangsa itu mampu ngga untuk mengolah dan me-manage, melatih tentara yang baik," tandasnya.  [Democrazy/kumparan]