Breaking

logo

25 Juni 2022

JK Pernah Jadi Wapresnya SBY dan Juga Jokowi, Ketika Diminta Memilih Ternyata Pilih Era SBY, Ini Alasannya

JK Pernah Jadi Wapresnya SBY dan Juga Jokowi, Ketika Diminta Memilih Ternyata Pilih Era SBY, Ini Alasannya

JK Pernah Jadi Wapresnya SBY dan Juga Jokowi, Ketika Diminta Memilih Ternyata Pilih Era SBY, Ini Alasannya

DEMOCRAZY.ID - Jusuf Kalla (JK) adalah tokoh yang mencatatkan rekor di Indonesia. Boleh dikata, dia satu-satunya orang di Indonesia yang pernah jadi Wakil Preiden sampai dua kali.


Hebatnya lagi, jabatan Wakil Presiden itu diraih Jusuf Kalla dengan pasangan Presiden yang berbeda. 


Jadi Wapres pertama saat berpasangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode pertama, yakni 2004-2009.


Kemudian menjadi Wapres untuk yang kedua kalinya, yakni saat JK berpasangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa jabatan 2014-2019.


Kini, JK sudah pension dari jabatan politik atau kenegaraan, namun  masih aktif memimpin PMI dan DMI (Dewan masjid Indonesia).


Secara umum dapat dilihat,  pada masa era Presiden SBY, saat itu JK terlihat punya strong, dan sangat menonjol. Bahkan sempat malah disebut sebagai The Real President. 


Ada juga yang menyebut sebagai Wapres terbaik sepanjang masa.


Di era Presiden Jokowi, sangat berbeda penampilan kinerja JK. 


Dia tak menonjol lagi seperti di era SBY. 


Pada kedua bagi JK itu, dia terlihat tidak punya keleluasaan di pemerintahan, karena semua dalam kendali Jokowi.


Tapi, di era Presiden Jokowi, JK banyak dberi kesempatan untuk menghadiri acara-acara di lua negeri, seperti ke sidang umum PBB di New York. 


Bahkan, kata JK, seperti terungkap dalam wawancaranya di acara Point Of View, dirilis beberapa waktu lalu, yang dipandu Azizah Hanum, dia yang selalu ditugasi ke luar negeri.


“Waktu Wapres kemarin tiap tahun saya ken selalu ke New York. Malah Pak Jokowi tidak pernah. Malah meminta saya untuk terus hadir,” ujar JK..


JK pun menjelaskan alasan kenapa Presiden Jokowi tidak pernah mau untuk ikut sidang PBB di New York. 


“Karena alasannya terlalu lama. Paling tidak kan 10 hari untuk acara seperti itu,” kata JK.


Pada kesempatan sempat ditanyakan pengin jadi Presiden atau tidak. JK menjelaskan, pengin tapi tidak bisa. 


Lantas, Ibu Mufidah menyela, dengan memberi penjelasan: Kalau presiden harus orang Jawa. JK pun menimpali: “Karena Jawa  penduduknya banyak.”


Karena JK pernah jadi Wapresnya SBY dan Wapresnya Jokowi, lantas ditanyakan, kalau boleh memilih, lebih enak jadi Wapresnya siapa? (Maksudnya antara era SBY atau era Jokowi).


Dengan diplomatis etis, JK menjawab singkat dan lugas. 


“Tentu saja saya tidak akan menilai mantan bos saya,” katanya.


Dia kemudian memberikan penjelasan, SBY itu selalu akademis. Kalau Jokowi mirip dirinya, lebih cepat lebih baik. 


Kemudian pada kesempatan berikutnya, ditanyakan lagi, lebih enak jadi Wapresnya siapa? Akhirnya JK buka suara, ia menyebut pilih era SBY. 


“Kalau dari sisi kewenanganya, waktu SBY,” kata JK.


Dia lantas menjelaskan, waktu itu sebagai Wapres dia diberi kewenangan mengatur bidang ekonomi. Bahkan ada hasilnya.


“Waktu Pak SBY, saya diberi kewenangan bidang ekonomi. Mengatur kewenangan ekonomi. Lebih luas. Nah itu, minta maaf, mungkin karena itu, enokomi bisa tumbuh 5-6 persen,” katanya.


Kemudian dicek lagi, pada sesi Reality Check, JK disuruh memilih salah satu dari dua pilihan. 


Saat disodorkan Anies Baswedan atau Sandiaga Uno, JK tertawa, dan kemudian dengan tegas menjawab: Kalau itu jela Anies.


Berikutnya, Era Jokowi atau Era SBY? Dia menjawab: Sama sajalah. Ketika diminta memilih salah satu, kembali ia memilih era SBY. 


“Dari segi kewangan, era SBY," ujar JK. [Democrazy/poskota]