Breaking

logo

03 Juni 2022

Disebut Tak Ada BUMN di Formula E, Ini Kata Pertamina Soal Renewable Diesel

Disebut Tak Ada BUMN di Formula E, Ini Kata Pertamina Soal Renewable Diesel

Disebut Tak Ada BUMN di Formula E, Ini Kata Pertamina Soal Renewable Diesel

DEMOCRAZY.ID - Satu hari menjelang digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), ajang Formula E kian ramai dibicarakan. 


Salah satunya karena tak ada satu pun BUMN yang menjadi sponsor seperti yang dikeluhkan Ketua Organizing Committee Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni.  


Sahroni menyebut harus memelas, agar perusahaan negara ikut meramaikan Formula E. 


"Saya menyampaikan per hari ini tentang BUMN. Kenapa orang bilang 'lo melas-melas kemarin minta sponsor? Gua melas ke BUMN untuk Indonesia," tutur Sahroni saat konferensi pers di Monas, Jakarta, Kamis (2/6).


Meski demikian, dari daftar 31 perusahaan yang bergabung di Formula E, tertera Pertamina Renewable Diesel (RD) yang merupakan produk PT Kilang Pertamina Internasional, yang merupakan anak usaha atau subholding dari PT Pertamina (Persero).


Pertamina RD merupakan produk terbaru dari bahan bakar nabati, HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) yang telah diluncurkan dan dipersiapkan untuk mendukung Jakarta E-Prix 2022. 


Jadi, Pertamina akan memasok bahan bakar Pertamina RD. 


Perjanjian Kerja Sama Supply Pertamina RD telah dilakukan dalam kerangka business to business (B to B), yang diteken oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) Alfian Nasution, dan Direktur Dukungan Bisnis PT Jakarta Propertindo (JakPro), Muhammad Taufiqurrahman di Ruang Herritage, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (31/5). 


Namun, baru sehari kerja sama itu ditandatangani, VP Organizing Committee Formula E Iman Sjafei mengatakan batal. 


Alasannya, karena Pertamina hanya memberikan potongan harga pada produk Pertamina RD. 


 “Ternyata bentuk sponsorship itu bukan sponsor, tapi ngasih diskon dari pembelian bahan bakar,” kata Iman kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (1/6).


Menurutnya, kerja sama tersebut tidak jadi disepakati antara kedua belah pihak, untuk menghindari temuan indikasi penggelapan dana oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 


Sebab, dikhawatirkan diskon yang diberikan justru malah jadi temuan BPK.


“Tapi untuk good corporate goverment (GCG) pihak panitia memutuskan untuk tidak mengambil diskon, jadi most likely enggak jadi (kerja sama),” lanjutnya.


Dengan batalnya kerja sama ini, Iman mengatakan penyelenggara Formula E akan tetap membeli Pertamina RD ke Pertamina dengan harga normal, Rp 3 miliar, dari yang tadinya dapat diskon Rp 1 miliar. 


Pertamina Sebut Tak Ada Diskon dan Bukan Sponsorship 


Penjelasan Iman mengenai diskon Pertamina RD berbanding terbalik dengan pernyataan pihak Pertamina. Pjs. 


Vice President Corporate Communications Pertamina, Heppy Wulansari, menjelaskan kerja sama ini merupakan business to business (B2B) antara PT Kilang Pertamina International dengan JakPro, bukan sponsorship. 


Seluruh proses kerja sama B to B tersebut dijalankan dalam koridor GCG yang berlaku. 


"Sebetulnya tidak ada diskon produk, harga sesuai harga publish karena ini kerja sama B to B," kata Heppy kepada kumparan, Jumat (3/6). Heppy juga menyebut kerja sama ini tidak dibatalkan. 


Dalam keterangan Pertamina sebelumnya, dijelaskan sinergi antara anak usaha Pertamina dalam supply Pertamina RD juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk dapat memberikan pasokan green energy untuk keperluan produksi listrik genset untuk charging EV selama berlangsungnya ajang Formula E di Jakarta. 


Kerja sama ini juga menjadi milestone penting bagi Pertamina dengan melakukan lifting perdana untuk produk Pertamina RD, pasca-selesainya Proyek Biorefinery Cilacap Phase 1 pada Januari 2022 yang lalu.


“Semoga ini menjadi percontohan yang baik guna pengembangan market Green Diesel ke depan, guna mendukung program pemerintah dalam menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan” terang Taufik Aditiyawarman.


Produk Pertamina RD sendiri telah mendapatkan sertifikasi ISCC . 


ISCC merupakan salah satu organisasi terbesar yang mengatur sertifikasi karbon berkelanjutan dan berlaku secara global. 


Sertifikasi karbon berkelanjutan ISCC diinisiasi oleh adanya kebijakan Renewable Energy Directive (RED) serta Fuel Quality Directive (FQD) yang diimplementasikan di Uni Eropa. 


Di luar Uni Eropa, negara-negara lain telah mengadopsi standarisasi ISCC termasuk PT KPI di Indonesia.


“Ajang Jakarta Formula E-Prix 2022 ini adalah starting point bagi Pertamina untuk mengenalkan lebih lanjut produk Pertamina RD, sehingga seluruh masyarakat mulai mengenal produk ini sebagai produk yang ramah lingkungan dan sesuai dengan standar yang dipakai di dunia Internasional untuk mendukung Net Zero Emission,” terang Alfian Nasution. [Democrazy/kmp]