Bikin Geger Dunia, Ini 4 Kontroversi Islamofobia India hingga Menghina Nabi Muhammad | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

07 Juni 2022

Bikin Geger Dunia, Ini 4 Kontroversi Islamofobia India hingga Menghina Nabi Muhammad

Bikin Geger Dunia, Ini 4 Kontroversi Islamofobia India hingga Menghina Nabi Muhammad

Bikin Geger Dunia, Ini 4 Kontroversi Islamofobia India hingga Menghina Nabi Muhammad

DEMOCRAZY.ID - Hubungan antara India dan negara-negara Muslim di Timur Tengah (Timteng) memanas. 


Negara Arab mengklaim bahwa telah terjadi praktik pengembangan "Islamofobia" di Negeri Hindustan itu.


Dalam laporan Amerika Serikat (AS), kekerasan terhadap umat Islam dan minoritas lainnya di negara itu seringkali mendapatkan dukungan dari pemangku kebijakan. 


Lalu apa saja daftar kontroversi Islamofobia di Negeri Bollywood?


1. UU Kependudukan yang Dinilai Anti Muslim


Kontroversi aturan menyangkut Muslim India sudah muncul sejak Desember 2019 lalu. 


Kala itu pemerintah India mengesahkan Undang-undang kependudukan yang disebut dengan Citizenship Amendment Act (CAA).


Ini bertujuan untuk mempercepat kewarganegaraan bagi warga Hindu, Parsis, Sikh, Buddha, Jain, dan Kristen yang teraniaya dan berada di India sebelum 31 Desember 2014. Namun UU ini nyatanya tidak berlaku bagi umat Islam.


Di beberapa negara bagian seperti Assam, beberapa warga menyetujui hal ini dengan alasan ketakutan bahwa warga Islam dari Bangladesh dapat menjadi bagian dari warga negara India. 


Hal ini pun memicu unjuk rasa besar umat Islam di mana CAA ditentang oleh partai politik Muslim, pengacara dan kelompok hak asasi manusia dengan alasan bahwa itu melanggar konstitusi sekuler.


2. Heboh Seruan Bunuh Umat Muslim


Desember 2021, kontroversi soal anti Islam kembali muncul di India. 


Beberapa pemimpin agama mayoritas di negara itu juga sempat diduga telah menyerukan 'genosida' Muslim dalam sebuah pertemuan akhir tahun.


Cerita berawal dari sebuah laporan ke polisi di Uttarakhand. 


Berisi para pemimpin agama yang meminta warga mempersenjatai diri untuk membunuh Muslim.


Dalam satu klip yang menjadi viral, seorang pembicara di pertemuan itu mengatakan tidak perlu khawatir masuk penjara karena membunuh Muslim. 


"Bahkan jika hanya seratus dari kita menjadi tentara dan membunuh dua juta dari mereka, kita akan menang," kata seorang wanita berorasi.


Polisi sendiri mengatakan telah menanyai tersangka atas ujaran kebencian tersebut. Tetapi tidak ada penangkapan yang dilakukan.


3. Aturan Larangan Hijab di Sekolah-Universitas


Pada Maret 2022, otoritas negara bagian India mengeluarkan larangan penggunaan hijab di lembaga pendidikan seperti sekolah dan universitas. Hal ini terjadi di wilayah Karnataka.


Dlam sebuah keputusan Pengadilan Tinggi, Karnataka juga menyebut hijab merupakan hal yang tidak "penting" bagi Islam. Ini memicu protes dan demo di sejumlah wilayah.


"Ada cukup bahan intrinsik di dalam kitab suci itu sendiri untuk mendukung pandangan bahwa mengenakan jilbab hanya merupakan anjuran, jika memang memang demikian," ujar putusan itu.


"Apa yang tidak diwajibkan secara agama oleh karena itu tidak dapat dijadikan aspek inti agama melalui agitasi publik atau oleh argumen yang penuh gairah di pengadilan."


Sekretaris partai penguasa BJP, Yashpal Suvarna juga sempat membuat pernyataan kontroversial. 


Ia mengatakan larangan ini diberlakukan seiring dengan pedoman negara yang mengarah kepada politik dan ekonomi berlandasan Hindu, 'Hindu Rashtra'.


4. Penghinaan Islam oleh Jubir Partai PM Modi


Hal ini sendiri terkait dengan kasus yang baru-baru ini terjadi. 


Salah seorang Juru Bicara BJP, Nupur Sharma, dalam sebuah debat televisi telah menghina Islam.


Mengutip Sputnik News, dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma disebut mengolok-olok Al-Quran. Ia menyamakannya dengan "bumi itu datar".


Ia pun menghina tokoh penting umat Muslim, Nabi Muhammad SAW. Hal itu karena menikah dengan istrinya Aisyah, saat masih muda belia.


"Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun," ujarnya dalam sebuah video yang kemudia dihapus oleh saluran televisi tersebut.


Bukan hanya Sharma. Hal sama juga dilakukan Juru bicara BJP lain, Naveen Jindal.


Ia berkomentar menghina Islam di sosial media. Jindal mengatakan di Twitter bahwa dia mempertanyakan beberapa komentar yang dibuat terhadap dewa-dewa Hindu.


Hal ini kemudian menimbulkan kecaman keras dari negara Muslim terutama Arab yang menjadi sumber perdagangan dan energi India. Bahkan beberapa menyerukan boikot.


Ini kemudian dijawab India dengan melakukan skorsing dan pemecatan ke dua anggota partainya itu. Kecaman juga datang dari RI. [Democrazy/cnbc]