AGAMA

Berkunjung ke PGI, KSAD Dudung: Gerakan Intoleran Dapat Memecah Belah Bangsa!

DEMOCRAZY.ID
Juni 01, 2022
0 Komentar
Beranda
AGAMA
Berkunjung ke PGI, KSAD Dudung: Gerakan Intoleran Dapat Memecah Belah Bangsa!

Berkunjung ke PGI, KSAD Dudung: Gerakan Intoleran Dapat Memecah Belah Bangsa!

DEMOCRAZY.ID - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman berkunjung ke Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pusat di Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2022). 


Adapun tujuannya untuk bersilaturahmi dengan Pengurus Majelis Pekerja Harian PGI, Sekretaris Eksekutif PGI dan Kepala Biro PGI.


Melalui video conference, Jenderal Dudung juga bersilaturahmi dengan para pendeta dari 95 gereja anggota PGI di seluruh Indonesia.


Kegiatan kunjungan KSAD ke tokoh agama merupakan bagian dari rencana kerjanya untuk menjalin hubungan sinergis dengan seluruh tokoh lintas agama dalam menciptakan kehidupan bernegara yang tenang dan damai.


Dia memaparkan, kunjungannya ke PGI Pusat menjadi kegiatan prioritas guna menyikapi fenomena yang terjadi, yaitu adanya berbagai macam ancaman internal yang dapat mengarah kepada perpecahan bangsa. 


Salah satunya yaitu gerakan intoleran dan memunculkan budaya luar yang dianggap paling benar.


Negara-negara Timur Tengah yang merupakan satu daratan bisa porak poranda karena ada yang menginginkan dan membuatnya jadi seperti itu. 


Indonesia yang berpondasikan kebhinekaan dengan tiang persatuan dan kesatuan, serta beratapkan NKRI, diharapkan akan tetap terjaga tak mengalami nasib yang sama seperti di beberapa negara Timur Tengah, tutur Dudung.


Dirinya mengilustrasikan, jika Indonesia dahulu dapat bersatu saat menghadapi penjajah, atau saat ini bisa bersatu mendukung tim nasional sepak bola saat berlaga melawan negara lain, mengapa sekarang tak bisa bersatu menghadapi ancaman internal.


Kedatangan eks Pangkostrad ini disambut Sekretaris Umum PGI Pusat, Pendeta Jacky Manuputty yang kemudian memperkenalkan Pendeta Gomar Gultom selaku Ketua Umum PGI Pusat dan para pengurus.


Pendeta Gultom mengatakan sangat mendukung adanya tentara yang kuat, tangguh dan profesional. 


Sebab, hal itu dibutuhkan Indonesia untuk mempertahankan Pancasila dari berbagai bentuk rongrongan.


Kita semua berharap Jenderal Dudung tidak ragu-ragu menghadapi kelompok-kelompok yang hendak menggeser Pancasila demi terciptanya rasa aman dan damai di seluruh pelosok tanah air, ucap Gultom. [Democrazy/rcti]

Penulis blog