Breaking

logo

21 Juni 2022

Anies Didemo, Tapi Lebih Banyak Wartawannya Daripada Pendemo Yang Rata-rata Nenek dan Anak-anak

Anies Didemo, Tapi Lebih Banyak Wartawannya Daripada Pendemo Yang Rata-rata Nenek dan Anak-anak

Anies Didemo, Tapi Lebih Banyak Wartawannya Daripada Pendemo Yang Rata-rata Nenek dan Anak-anak

DEMOCRAZY.ID - Massa mengatasnamakan Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta hari ini. 


Mereka menyampaikan protes terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap menghambur-hamburkan APBD bukan untuk kepentingan warga miskin Ibu Kota.


Pada Selasa (21/6/2022) pukul 11.20 WIB, 30 orang mendatangi halaman Balai Kota DKI Jakarta. Mayoritas warga tampak memakai kaus berwarna merah sambil membawa atribut demonstrasi. Kebanyakan dari mereka merupakan anak-anak dan nenek-nenek.


Mereka tampak membawa nasi tumpeng kecil beserta flyer berisikan tuntutan demo hari ini. Aparat polisi tampak mengawal jalannya aksi.


Terlihat juga puluhan wartawan dari berbagai media yang sedang meliput. Jumlahnya bahkan lebih banyak dari pendemo.


Tampak pula satu buah karangan bunga diletakkan di lokasi. Karangan bunga itu bertuliskan 'Memperingati Hajatan Jakarta ke-495 Warga Miskin Jakarta Tuntut Kado Terapkan PKH Lokal. Gunakan APBD untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Lokal'.


Sekretaris Nasional DPN SPRI Dika Moehammad membeberkan sejumlah tuntutan dalam aksi hari ini. Salah satunya, mereka meminta agar APBD digunakan untuk pendanaan PKH lokal.


Hal ini lantaran bantuan yang selama ini digulirkan tak mencakup seluruh keluarga miskin Jakarta.


"Sebagai bentuk kenyataan yang terjadi bantuan sosial skala nasional dan lokal tidak mencakup seluruh keluarga miskin di Jakarta. Sebagai gambaran, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Jakarta hanya menyasar 64.000 Rumah Tangga Miskin (RTM). Inilah mengapa dapat dikatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lepas tangan terhadap kondisi rakyat miskin. Mengharapkan uluran tangan pemerintah seperti menunggu matahari terbit di malam hari," kata Dika dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).


Dika lantas mempertanyakan kesungguhan Anies terhadap warga miskin Jakarta. Menurutnya, Anies hanya memanfaatkan APBD untuk program mempercantik kota.


"Ironisnya lagi, selama memimpin DKI Jakarta Gubernur Anies banyak melakukan pemborosan anggaran. APBD DKI Jakarta yang seharusnya digunakan dan diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat malah dihambur-hamburkan untuk memoles citra penampilan (mempercantik diri) daripada membantu mereka-mereka yang mengalami kesulitan hidup. Tidak ada empati dan simpati sama sekali kepada warga miskin. Pemborosan anggaran indikasi bahwa Gubernur DKI Jakarta tidak sungguh-sungguh mengurangi kemiskinan di Jakarta," tandasnya.


"Sekali lagi perlu kami ulang, Jakarta memerlukan PKH Lokal. PKH Lokal di Jakarta dapat mengatasi gizi buruk, kekerasan rumah tangga dan melindungi warga miskin dari kejahatan rentenir dan pinjaman online. Itulah harapan kami di Hari ulang Tahun DKI Jakarta. Sebuah harapan yang tidak muluk-muluk. Kami butuh makan dan hidup sejahtera," sambungnya.


Menanggapi aksi tersebut, warganet malah mempertanyakan identitas pendemo. Mereka ragu jika pendemo merupakan warga Jakarta asli.


"Sya ktp JKRTA tp mnetap di bogor.jujur Saya iri loh,dnger crita kluarga Sya di jkrta yg kta ny dpet bantuan ini lah itu lah, jga ada KJP lah, dan bantuan yg lain ny lah.Sementara di dsni yaah *be gitu deh* . Maaf, coba tnya tuh yg demo, bner munri demo, atw ada *BAKWAN UDANG NY*," tanya Ilham.


"Dikit banget orang miskin di DKI. Itu artinya kemiskinan di DKI menurun drastis dong!," sambung Red Shadow.


"Itu duit drpada pake bikin spanduk dq kaos mending pake makan...katanya org kismin," lanjut Asep.


"Target demo begini cuma untuk dapet publikasi berita. Jurnalis cepet makan yg begini. Bawa 10-30 org. Hubungi beberapa media. Trus orasi sekedarnya. 30mnt-1jam kemudian pulang," sindir Tomo. [Democrazy]