-->

Breaking

logo

14 Mei 2022

Tuan Ngabalin: Hei Kadrun, Belajarlah Menjadi Manusia Sebelum Belajar Agama!

Tuan Ngabalin: Hei Kadrun, Belajarlah Menjadi Manusia Sebelum Belajar Agama!

Tuan Ngabalin: Hei Kadrun, Belajarlah Menjadi Manusia Sebelum Belajar Agama!

DEMOCRAZY.ID - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menanggapi berita soal mantan penasehat KPK, Addullah Hehamahua yang menyebut bahwa jika Presiden Jokowi meninggal dunia dalam keadaan utang negara belum lunas, maka jenazahnya akan ditolak bumi. 


Ngabalin memperingatkan agar kadrun belajar menjadi manusia sebelum belajar agama agar kelak tidak bertindak seperti Tuhan saat menjelaskan tentang agama. 


“Hei, kadrun. Belajarlah menjadi manusia sebelum belajar agama,” kata Ngabalin, sebagaimana dilihat di akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 14 Mei 2022.


“Agar kelak ketika engkau MENJELASKAN tentang agama kamu tetap menjadi manusia, dan tidak bertindak SEPERTI Tuhan. #WatakOtakSumgsang,” sambungnya. 


Bersama pernyataannya, ia membagikan berita berjudul “Jika Jokowi Meninggal Dunia dan Utang Negara Belum Lunas, Eks Penasehat KPK: Jenazahnya Akan Ditolak Bumi”.


Dalam artikel tersebut, Abdullah Hehamahua memaparkan dan mengkritik soal utang Indonesia yang semakin meningkat di era Presiden Jokowi. 


Ia menyingung bahwa, dalam visi-misi kampanye 2014, Presiden Jokowi mengatakan tidak akan menambah utang luar negeri. 


Namun, kini malah menambah utang dengan alasan membangun infrastuktur. 


Abdullah Hehamahua lantas memberikan beberapa nasehat kepada Presiden Jokowi terkait hal ini. 


“Pak Jokowi, dengarkan nasihatku: Pertama, Islam tidak membenarkan berutang untuk membangun infrastruktur, khususnya jalan tol, jembatan dan bandara baru, serta kereta api cepat. Apalagi, pindah ibu kota negara,” katanya. 


Abdullah Hehamahua mengatakan, Islam membenarkan utang untuk keperluan yang sangat mendesak, seperti mengatasi kelaparan dan penyakit. 


Kedua, jika pak Jokowi meninggal dunia sebelum melunasi utang-utang tersebut, jenazahnya akan ditolak bumi,” tulisnya. 


Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi ini menyebutkan abda Nabi Muhammad SAW bahwa “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham (HR Ibnu Majah).” 


Ia juga menyinggung, Rasulullah mengatakan: “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya (HR Tirmidzi).” 


Bahkan, lanjut Abdullah Hehamahua, Rasulullah juga bersabda, “Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri (HR Ibnu Majah).” 


“Jika pak Jokowi pikir, biar presiden baru yang melunasi utangnya, maka pajenengan meninggal sebagai Pencuri,” katanya. [Democrazy/terkini]