Breaking

logo

09 Mei 2022

Terkuak! Situs Perusahaan Pemenang Tender Gorden DPR Rp 43,5 M Ternyata Baru Berusia 2 Bulan

Terkuak! Situs Perusahaan Pemenang Tender Gorden DPR Rp 43,5 M Ternyata Baru Berusia 2 Bulan

Terkuak! Situs Perusahaan Pemenang Tender Gorden DPR Rp 43,5 M Ternyata Baru Berusia 2 Bulan

DEMOCRAZY.ID - Kemenangan PT Bertiga Mitra Solusi dalam lelang tender penggantian gorden di rumah dinas (rumdin) jabatan anggota DPR RI senilai Rp 43,5 miliar menjadi sorotan. 


Ternyata situs perusahaan ini baru berusia kurang dari dua bulan.


Dikutip dari laman resminya, PT Bertiga Mitra Solusi didirikan pada tahun 2014. 


Perusahaan ini telah melayani klien dari mulai BUMN, perusahaan swasta hingga instansi pemerintahan.


Dalam situsnya, PT Bertiga Mitra Solusi adalah penyedia dan kontraktor interior dan sistem integrator IT. 


Perusahaan ini bertujuan membantu kliennya dalam transformasi mekanik, listrik, dan digital.


Kantor perusahaan ini beralamat di Green Lake City Rukan Great Wall Block C Nomor 11 Cipondoh, Kota Tangerang. 


Sementara itu, informasi kontak dalam situs masih berisi template visual lorem ipsum. detikcom pun mengecek usia situs ini. 


Berdasarkan pengecekan informasi domain melalui who.is dan domainbigdata.com, situs PT Bertiga Mitra Solusi baru dibuat pada 25 Maret 2022.


Terkuak! Situs Perusahaan Pemenang Tender Gorden DPR Rp 43,5 M Ternyata Baru Berusia 2 Bulan

Adapun beberapa proyek yang sudah dikerjakan oleh perusahaan ini seperti pemasangan Security Scan for Vehicles, MLAT Air Surveillance System, IOT Detection System, Image Assistance and Transfer Tray hingga yang terbaru pengadaan gorden beserta tirainya untuk DPR.


Kendati demikian, dalam situs belum dicantumkan soal spesifikasi gorden dan tirai untuk rumdin anggota DPR.


Sebagaimana diketahui, lelang tender penggantian gorden di rumah dinas jabatan anggota DPR RI tuntas. 


Tender dimenangi peserta lelang yang menawarkan harga Rp 43,5 miliar.


Dilihat detikcom dari situs LPSE DPR RI, Kamis (5/5), lelang dimenangi PT Bertiga Mitra Solusi yang beralamat di Tangerang, Banten.


Perusahaan tersebut memenangi lelang yang diikuti 49 peserta. 


Meski demikian, dalam situs LPSE DPR, hanya harga penawaran dari tiga peserta lelang yang bisa terlihat.


Berikut tiga peserta lelang yang harga penawarannya terlihat:


1. PT Sultan Sukses Mandiri, Rp 37.794.795.705 (Rp 37,7 miliar)

2. PT Panderman Jaya, Rp 42.149.350.236 (Rp 42,1 miliar)

3. PT Bertiga Mitra Solusi, Rp 43.577.559.594,23 (Rp 43,5 miliar)


Namun, tender ini disoroti oleh Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). 


Formappi menyebut PT Bertiga Mitra Solusi merupakan perusahaan di bidang informasi teknologi (IT).


Peneliti Formappi, Lucius Karus, mengatakan PT Bertiga Mitra Solusi lebih banyak bekerja di bidang IT. 


Lucius mengatakan PT Bertiga Mitra Solusi baru bekerja sebagai penyedia interior.


"Profil mengenai bidang penyedia interior itu nampaknya merupakan bidang kerja baru dari PT Bertiga Mitra Solusi ini. Karena pada saat mencari informasi mengenai perusahaan ini, persis setelah pengumuman pemenang tender gorden awal April lalu, informasi bidang pekerjaan perusahaan lebih banyak pada bidang informasi teknologi," ujar Lucius kepada wartawan, Sabtu (7/6/2022).


Tender pengadaan gorden rumdin anggota DPR ini pun berbuntut panjang lantaran sampai 'menyeret-nyeret' Kesekjenan DPR. 


Informasi terkini, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bakal memanggil pihak kesekjenan guna mengusut tender gorden senilai Rp 43,5 miliar.


Pihak kesekjenan yang bakal dipanggil BURT ialah Sekjen DPR Indra Iskandar. 


Rencana BURT, pemanggilan Sekjen DPR bakal dilakukan setelah reses selesai pada 16 Mei ini.


"Setelah reses BURT akan panggil Sekjen (DPR)," kata Ketua BURT DPR Agung Budi Santoso kepada wartawan, Minggu (8/5/2022).


Tak hanya BURT, salah satu fraksi di DPR juga merasa perlu ada penjelasan soal tender gorden Rp 43,5 miliar itu.


Fraksi PPP DPR menilai informasi yang beredar tentang tender gorden tersebut harus ditelusuri kebenarannya.


"Kalau ternyata penawaran tertinggi yang diambil, perlu ditelusuri musababnya. Apakah karena ada kekurangan dari dua penawar terendah?" ucap Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan. [Democrazy/detik]