-->

Breaking

logo

08 Mei 2022

Tak Banyak Yang Tahu, Kongres Israel Akui Bercita-cita Jajah Palestina Sejak Tahun 1899

Tak Banyak Yang Tahu, Kongres Israel Akui Bercita-cita Jajah Palestina Sejak Tahun 1899

Tak Banyak Yang Tahu, Kongres Israel Akui Bercita-cita Jajah Palestina Sejak Tahun 1899

DEMOCRAZY.ID - Propaganda Barat baik medianya, ataupun pihak tokoh politik Barat sering menyebutkan apa yang terjadi di Israel dan Palestina hanyalah konflik semata. 


Bahkan tak jarang, mereka melabeli orang Palestina sebagai teroris padahal orang Palestina sedang berjuang untuk negaranya.


Seorang aktivis kemerdekaan Palestina mengungkapkan bahwasanya Israel jelas mengakui ingin menjajah Palestina sejak tahun 1899. 


Ia mengunggah sebuah dokumen milik New York Times yang berisi hasil Kongres Israel ingin menjajah Palestina sejak tahun 1899.


“Kalau-kalau ada yang mengira mereka (Zionis Israel) bukan penjajah: New York Times (pada) 20 Juni 1899 juga Perdana Menteri pertama Israel, BenGurion mengakui bahwa mereka adalah aggressor (penyerang) & harus mencuri tanah dari pemiliknya. Jadi sekali lagi ini bukan penjajahan?” tulis akun @Nana77766 di Twitter pada 30 April 2022.


Dalam petikan dokumen tersebut berbunyi sebagai berikut:


"Konfrensi Zionis. Delegasi terpilih pada pertemuan mereka di Baltimore, Amerika Serikat akan menjajah Palestina. Rabbis Gottheil dan Wise telah dipilih sebagai anggota komite eksekutif internasional."


Untuk diketahui, Kongres Zionis merupakan otoritas tertinggi dalam Organisasi Zionis; dibuat oleh Theodor Herzl. 


Tujuan Herzl dalam mengadakan Kongres adalah untuk menyatukan pemahaman yang sama di antara semua Zionis dan untuk menyatukan usaha mereka.


Kongres Zionis bertujuan menghasilkan cita-cita keinginan Zionisme serta mendirikan "majelis nasional orang-orang Yahudi".


Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sebuah gerakan keagamaan dan politik terorganisir yang dikenal sebagai Zionisme muncul di kalangan orang Yahudi sebagaimana dilansir history.com pada 5 Mei 2022.


Zionis ingin membangun kembali tanah air Yahudi di Palestina. Sejumlah besar orang Yahudi berimigrasi ke tanah suci kuno dan membangun pemukiman. 


Antara tahun 1882 dan 1903, sekitar 35.000 orang Yahudi pindah ke Palestina. 40.000 lainnya menetap di daerah itu dari tahun 1904 hingga 1914.


Banyak orang Yahudi yang tinggal di Eropa dan di tempat lain, takut dengan penganiayaan selama pemerintahan Nazi, mencari perlindungan di Palestina dan bergabung Zionis. 


Setelah Holocaust dan Perang Dunia II berakhir, para anggota gerakan Zionis berfokus pada pembentukan negara Yahudi yang merdeka.


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui rencana untuk membagi Palestina menjadi negara Israel dan Palestina pada tahun 1947, meski orang-orang Arab tetap bersikeras menolaknya. [Democrazy/hops]