Breaking

logo

16 Mei 2022

Survei Kepuasan Terhadap Jokowi Drop, PKS: Lampu Kuning!

Survei Kepuasan Terhadap Jokowi Drop, PKS: Lampu Kuning!

Survei Kepuasan Terhadap Jokowi Drop, PKS: Lampu Kuning!

DEMOCRAZY.ID - PKS menilai turunnya survei kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan peringatan bagi pemerintah. 


Pemerintah dinilai masih belum bisa mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok.


"Kenaikan harga dan bising tiga periode sangat buruk bagi persepsi Presiden di mata publik. Harga yang naik, minyak goreng, khususnya sangat memberatkan. Dan terlihat pemerintah seperti tidak berdaya," kata politikus PKS Mardani Ali Sera, saat dihubungi, Minggu (15/5/2022).


"Isu tiga periode, kehadiran di salah satu ormas membuat rakyat bertanya seberapa setianya Presiden pada jalan demokrasi. Ini lampu kuning bagi Presiden," katanya.


Sementara itu Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menyebut hasil survei itu menunjukkan bahwa pemilih di Indonesia sudah rasional. 


Mereka memiliki sikap kritis dan tidak sekedar menerima.


"Ketidakpuasan menurut saya, menandakan mulai rasional pemilih di Indonesia. Karena secara nyata, pada periode beliau yang pertama, memang rakyat mendapat bukti konkrit bahwa janji kampanye banyak yang tidak kunjung terselesaikan," katanya.


Hidayat Nur Wahid menyampaikan beberapa persoalan selama sebulan terakhir. 


Seperti minyak goreng yang masih tinggi, mudik 2020 yang macet, serta harga kebutuhan pokok yang tinggi. 


Sehingga, hasil survei menunjukkan masyarakat tidak puas.


"Satu bulan, peristiwa tadi begitu nyata, begitu mengentak publik. Ditanyakan survei, itu rakyat mulai rasional dan melihat realita yang terjadi. Kalau pemerintah tingkatkan kualitas kerja, beragam koreksi dan masalah tadi harus diperbaiki," ujarnya.


Survei Kepuasan Terhadap Jokowi Drop


Lembaga Survei Indikator Politik kembali merilis survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). 


Pada survei kali ini terjadi penurunan hingga 6% selang sebulan dari survei terakhir yakni mencapai 64,1%. 


Penurunan drastis itu bersumber dari isu kenaikan harga bahan-bahan pokok.


Survei terbaru Indikator Politik ini digelar pada 5-20 Mei 2022 dengan total 1.228 responden. 


Sampel diambil secara acak melalui telepon seluler. Sementara margin of error survei ini 2,9% dengan tingkat kepercayaan 92%.


Responden diberi pertanyaan seberapa puas responden atas kinerja Presiden Jokowi. 


Hasilnya, 58,1% menyatakan puas, dengan hasil sebagai berikut:


Sangat puas 8%

Cukup Puas 50,1%

Kurang puas 29,1%

Tidak puas sama sekali 6,1%

Tidak tahu 6,7%


Angka tersebut menurun dibanding survei sebelumnya pada 20-25 April 2022 yang menunjukkan adanya peningkatan terhadap kinerja Jokowi, yakni 5%, dari survei sebelumnya dengan persentase 59%.


Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan faktor terbesar ketidakpuasan itu datang dari isu harga kebutuhan pokok yang melonjak. 


Dia mengulas ketidakpuasan yang sebelumnya datang dari isu kesehatan saat kasus COVID tak terkendali dan masalah lapangan pekerjaan.


"Ada 35% masyarakat yang mengatakan tidak puas terhadap kinerja Pak Jokowi. Apa alasan utamanya, clear, masalah harga-harga kebutuhan pokok meningkat. Sebelumnya itu yang paling tinggi (faktor ketidakpuasan) seperti zaman COVID sedang merajalela itu adalah COVID. Setelah COVID mulai bisa terkendali, itu isunya yang dianggap penting dan jadi sumber ketidakpuasan adalah penciptaan lapangan pekerjaan, sekarang adalah harga pokok meningkat," kata Burhanuddin dalam konferensi pers secara virtual. [Democrazy/detik]