Breaking

logo

08 Mei 2022

Sindir Keras Jokowi, Aktivis Nicho Silalahi: Karya Terbaiknya Hanyalah Utang Negara!

Sindir Keras Jokowi, Aktivis Nicho Silalahi: Karya Terbaiknya Hanyalah Utang Negara!

Sindir Keras Jokowi, Aktivis Nicho Silalahi: Karya Terbaiknya Hanyalah Utang Negara!

DEMOCRAZY.ID - Pegiat media sosial, Nicho Silalahi melontarkan sindiran keras terhadap Presiden Jokowi. Ia mengatakan, karya terbaik mantan wali kota Solo itu hanyalah utang negara. 


Sindiran Nicho Silalahi terhadap karya Presiden Jokowi itu ia sampaikan lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Minggu 8 Mei 2022. 


Selain utang negara, menurut Nicho, karya terbaik Jokowi lainnya selama menjabat yakni menaikkan harga BBM, gas, listrik dan minyak goreng.


Ia pun menantang siapapun pihak yang bisa membantah pernyataannya soal karya terbaik Presiden Jokowi selama menjabat dua periode itu. 


“Karya terbaik jokowi hanyalah Utang Negara Yang Ugal-ugalan Serta menaikkan harga BBM, Gas, Listrik, Minyak Goreng dll. Ada yang bisa bantah?,” ujar Nicho Silalahi.


Pada postingan sebelumnya, Nicho Silalahi juga melontarkan sindiran tajam terhadap kebijakan Presiden Jokowi. 


Dalam unggahannya itu, Nicho mendesak Presiden Jokowi untuk mengundurkan diri. 


Sebab, menilai kebijakan Jokowi hanya bisa menyengsarakan rakyat. 


Nicho mengatakan hal itu saat menanggapi Jokowi yang menyoroti ironi Indonesia produsen minyak sawit terbesar tapi malah kesulitan mendapatkan minyak goreng.


Menanggapi sorotan Jokowi itu, aktivis politik ini merasa ironis melihat Jokowi terus mengkritik dirinya sendiri sebagai presiden. 


Dengan nada menyindir, Nicho Silalahi pun meminta Jokowi untuk mendesak dirinya sendiri agar mundur dari jabatan presiden. 


“Saya lebih ironis lihat bapak hanya mengkritik Presiden. Ayo pak desak Presiden segera mundur sebab kebijakannya hanya menyengsarakan rakyat. Ocehan terakhir hanya menyengsarakan Petani Kelapa Sawit skala kecil tapi menguntungkan pemilik HGU dan Pabrik Kelapa Sawit. Ia ga sih?,” ujarnya. [Democrazy/terkini]