Breaking

logo

31 Mei 2022

Sentil Jabatan 3 Periode, Amien Rais Sebut Jokowi Gila Kekuasaan

Sentil Jabatan 3 Periode, Amien Rais Sebut Jokowi Gila Kekuasaan

Sentil Jabatan 3 Periode, Amien Rais Sebut Jokowi Gila Kekuasaan

DEMOCRAZY.ID - Politikus senior, Amien Rais rupanya masih serius menanggapi wacana Jokowi memperpanjang masa jabatannya menjadi 3 periode.


Meski Jokowi sendiri beberapa waktu lalu telah memastikan bahwa Pilpres tetap dilaksanakan pada 2024, Amien Rais menaruh ragu terhadap keputusan Jokowi tersebut.


Dengan demikian, Amien Rais menegaskan penilaiannya tersebut bukan tanpa dasar, melainkan sudah watak seorang penguasa negeri yang tak ingin turun dari jabatannya.


"Saya makin yakin, saya bukan curiga tanpa dasar. Karena watak dari sebuah kekuasaan, di mana saja bukan hanya Indonesia itu emoh turun," kata Amien pada Selasa, 31 Mei 2022.


Telah lama mengarungi dunia perpolitikan, Amien Rais menilai tak ada seorang pun baik pria maupun wanita yang ingin berhenti dari jabatannya.


Amien Rais menambahkan, seorang pemimpin yang gila terhadap kekuasaan tersebut tidak hanya di Indonesia saja melainkan di berbagai negara penjuru dunia.


Baca Juga: Kesaksian jurnalis di Yerusalem: Yahudi Israel sangat provokatif dan rasis, sebut Arab anak pelacur


"Ini bukan Indonesia saja, tapi seluruh watak manusia di Afrika, Amerika Latin, Amerika, dan China sama saja, jadi kita tidak aneh," ujar Amien.


Amien Rais menegaskan apabila setiap manusia mementingkan akal sehat dan nurani maka tak ada yang ingin memperpanjang masa jabatan.


"Cuma dengan akal sehat dan nurani kita, mestinya tidak begitu, kalau sudah dua periode ya dua saja jangan tambah lagi," tegas Amien.


Amien Rais mengimbau agar negara tetap konsisten terhadap konstitusi yang berlaku dan tidak berusaha melanggar, termasuk memperpanjang jabatan.


Kendati demikian, Amien Rais mengungkapkan apabila mudah untuk melanggar konstitusi, maka kedepannya juga akan sering melakukan pelanggaran.


"Saya mewanti-wanti mumpung belum terlambat, kalau bisa sejak awal. Sudah lah dua periode sepuluh tahun, sesuai konstitusi yang ada," papar Amien. [Democrazy/hops]