Breaking

logo

19 Mei 2022

Sentil Balik PDIP, Politisi Demokrat: Pak SBY Belum Pernah Tuh Pencitraan Masuk ‘Gorong-Gorong’

Sentil Balik PDIP, Politisi Demokrat: Pak SBY Belum Pernah Tuh Pencitraan Masuk ‘Gorong-Gorong’

Sentil Balik PDIP, Politisi Demokrat: Pak SBY Belum Pernah Tuh Pencitraan Masuk ‘Gorong-Gorong’

DEMOCRAZY.ID - Politisi Demokrat, Yan Harahap melontarkan sindiran balik kepada Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang menilai bahwa tingginya kepuasan masyarakat kepada Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY adalah hasil pencitraan. 


Yan Harahap menyindir balik bahwa SBY belum pernah pencitraan dengan masuk “gorong-gorong” atau berfoto di lokasi bencana. 


“Pencitraan? Setahu saya, Pak SBY belum pernah tuh pencitraan masuk ‘gorong-gorong’, atau selfie-selfie sendirian di lokasi bencana. Gak pernah tuh,” kata Yan Harahap.


“Kayaknya si Hasto salah orang,” sambungnya, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Kamis, 19 Mei 2022. 


Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menyinggung bahwa tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja SBY merupakan hasil pencitraan.


Hal tersebut ia katakan saat menanggapi Partai Demokrat yang mengklaim tingkat kepuasan publik terhadap kinerja SBY tak pernah serendah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini indikatornya menurun di angka 58,1%. 


“Bagi Partai Demokrat, kepuasan atas pencitraan Pak SBY nampaknya segalanya dan menjadi tolok ukur terpenting tentang kualifikasi pemimpin, sehingga Partai Demokrat langsung menilai negatif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi hanya gara-gara urusan ketidakpuasan,” kata Hasto, Senin, 16 Mei 2022. 


Hasto membandingkan bahwa bagi PDIP, menjadi pemimpin bukanlah soal mengejar elektoral dan pencitraan.


Menjadi pemimpin, menurut Hasto Kristiyanto, ditunjukkan dari tanggung jawabnya bagi masa depan bangsa dan negara. 


“Ketika seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang pahit, namun penuh muatan strategis bagi kepentingan masa depan bangsa dan negara, maka di situlah tanggung jawab pemimpin,” katanya. 


Hasto Kristiyanto mencontohkan keputusan Presiden Jokowi pada awal kepemimpinan di tahun 2014 yang menaikkan harga BBM yang hanya dinikmati mereka yang memiliki mobil. 


“Dampak keputusan berani Pak Jokowi nampak dalam kemampuan membangun infrastruktur yang masif yang sama sekali tidak bisa diwujudkan Pak SBY, meski basis kepuasannya relatif tinggi,” ujarnya. 


Hasto Kristiyanto menilai Presiden Jokowi memiliki banyak prestasi, tidak hanya di infrastruktur, namun di bidang kebudayaan dan olahraga. 


“Dengan keberhasilan Sea Games, penyelenggaraan PON yang spektakuler dan segudang prestasi lainnya. Juga kepemimpinan Indonesia di dunia global, kesemuanya menunjukkan hasil kerja keras seorang pemimpin,” katanya. 


Hasto Kristiyanto pun menyinggung bahwa daripada meributkan urusan kepuasan sebagaimana ditunjukkan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, lebih baik berikan energi positif bagi bangsa. 


“Jika tidak, arus sejarah malah akan berbalik untuk mempertanyakan apa yang telah dibuat oleh Demokrat selama 10 tahun Pak SBY berkuasa,” ujarnya. [Democrazy/terkini]