Breaking

logo

20 Mei 2022

Prof. KH. Syukron Ma’mun: Anggap Semua Agama Sama Adalah Penipuan Intelektual!

Prof. KH. Syukron Ma’mun: Anggap Semua Agama Sama Adalah Penipuan Intelektual!

Prof. KH. Syukron Ma’mun: Anggap Semua Agama Sama Adalah Penipuan Intelektual!

DEMOCRAZY.ID - Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, Prof. KH. Syukron Ma’mun. BA, menganggap orang yang mengatakan semua agama sama adalah penipu intelektual bukan bagian dari prilaku toleransi beragama.


“Semua agama benar menurut pemeluknya masing-masing, oleh karena itu kita saling menghormati, saling menghargai satu sama lainnya, bukan membenarkan semua agama,” jelas kiai Syukron, dalam paparannya di Convention Hall Jakarta Islamic Centre, Rabu (18/5/2022).


Kiai Syukron merasa miris maraknya kembali isu-isu intoleransi yang dihembuskan, karena menurutnya toleransi sudah berjalan ratusan tahun di negeri ini dan berjalan tanpa ada konflik yang terjadi.


“Gak usah kita bicara toleransi-intoleransi, sudah ratusan tahun kita toleransi dengan agama Kristen, hidup dengan umat Hindu, tidak pernah terjadi apa-apa, tidak pernah terjadi perang, tidak pernah,” terang Kiai Sukron.


Kiai Syukron menegaskan bahwa Islamlah agama yang memiliki ajaran toleransi, Islam yang mengerti toleransi dan mengerti yang namanya pluralistik, Quran yang menyatakan pluralistik.


“Allah jadikan laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa, berusuku-suku, untuk saling mengenal,” terang Dewan Pengarah Jakarta Islamic Centre seraya menyitir surah Al-Hujurat ayat 13.


“Kita bermasyarakat dalam Islam diharuskan bertoleransi,” terangnya.


Dalam acara Silaturrahim Tokoh dan Ulama DKI Jakarta yang mengusung tema Kita Pererat Persatuan dan Kesatuan Umat Untuk Peradaban Islam, Kiai Syukron menambahkan bahwa ajaran untuk bertoleransi diperintahkan langsung oleh Allah dalam Al-Quran bukan perintah para ulama, akan tetapi langsung dari Allah di dalam Al-Quran, dimana kita dilarang untuk menghina, memaki, sesembahan agama lain.


“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan,” terang kiai Syukron dengan mengutip Quran surah Al-An’am ayat 108.


Bahkan Rasulullah SAW melarang keras kita menyakiti orang diluar Islam selama mereka tidak memulai pertikaian “Barangsiapa menyakiti seorang zimmi (non Muslim yang tidak memerangi umat Muslim), maka sesungguhnya dia telah menyakitiku. Dan barang siapa yang telah menyakitiku, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah.”


“Ini toleransi dalam Islam,” pungkasnya. [Democrazy/IC]