-->

Breaking

logo

14 Mei 2022

Presiden UEA Meninggal, Luhut Sebut Sosoknya Mirip Jokowi: Pendengar Yang Baik, Begitu Rendah Hati...

Presiden UEA Meninggal, Luhut Sebut Sosoknya Mirip Jokowi: Pendengar Yang Baik, Begitu Rendah Hati...

Presiden UEA Meninggal, Luhut Sebut Sosoknya Mirip Jokowi: Pendengar Yang Baik, Begitu Rendah Hati...

DEMOCRAZY.ID - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Presiden Uni Emirat Arab (UAE), Syeikh Khalifa bin Zayed bin Sultan Al-Nayhan. Presiden UAE tersebut wafat pada Jumat (13/5).


Dalam unggahan Instagram pribadinya, Luhut mengatakan meski dirinya hanya bertemu sekali dengan Presiden UAE tersebut, dirinya mengaku sosoknya punya banyak kemiripan dengan Presiden Jokowi.


"Meskipun hanya pernah sekali bertatap muka, namun sosok Sheikh Khalifa yang saya kenal punya banyak kemiripan dengan Presiden Joko Widodo. Yaitu seorang pendengar yang baik, begitu rendah hati dan punya kepedulian yang tinggi pada kepentingan rakyat UAE secara keseluruhan," kata Luhut, dikutip Minggu (14/5).


Luhut juga menyebut, sejak menjadi Presiden UAE, Sheikh Khalifa telah memimpin restrukturisasi besar-besaran sehingga saat ini bisa dilihat bagaimana transformasi yang dilakukan oleh UAE menjadi negara yang paling maju dan modern di kawasan, baik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kesejahteraan rakyatnya sendiri.


"Terlebih, Sheikh Khalifa adalah pemimpin UAE yang pertama kalinya menginisiasi sistem nominasi untuk anggota Dewan Nasional Federal, di mana langkah tersebut adalah inovasi dalam sistem pemilihan langsung di Uni Arab Emirat," jelasnya.


Dari kerja dan inovasi itu, Luhut menilai Indonesia banyak belajar bagaimana membangun negeri yang maju dan modern pengetahuannya, sekaligus memakmurkan segenap masyarakatnya.


“Selamat Jalan Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, saya berharap keluarga yang ditinggalkan khususnya Pangeran Mohammad Bin Zayed Al Nahyan diberikan ketabahan dan selalu dalam lindungan Tuhan YME dalam memimpin negeri," kata Luhut. [Democrazy/kmp]