Breaking

logo

17 Mei 2022

Nyelekit Parah! Rocky Gerung Sindir Pertemuan Jokowi Dengan Elon Musk: Itu Norak Namanya!

Nyelekit Parah! Rocky Gerung Sindir Pertemuan Jokowi Dengan Elon Musk: Itu Norak Namanya!

Nyelekit Parah! Rocky Gerung Sindir Pertemuan Jokowi Dengan Elon Musk: Itu Norak Namanya!

DEMOCRAZY.ID - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan CEO Tesla dan Space X Elon Musk baru-baru ini di Pabrik Space X, Boca Chica, Amerika Serikat mendapat sindiran keras dari pengamat politik dari Universitas Indonesia Rocky Gerung.


Ricky Gerung menilai bahwa Jokowi merasa terkesan hebat lantaran bertemu CEO Tesla dan Space X Elon Musk.


Menurut Rocky, format media sosia saat ini dialgoritmakan untuk mengangkat nama Musk. Pasalnya kata Rocky, sosok Elon Musk sama seperti sosok lainnya di bidang teknologi.


"Tapi karena format media sosial kita itu dialgoritmakan untuk mengangkat Elon Musk, maka presiden merasa gue jadi ikut-ikutan kecipratan kehebatan Elon kalau bisa foto-foto sama orang yang pakai kaos itu," ujar Rocky saat menghadiri seminar yang digelar pada Rakernas Partai Pelita di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (16/5/2022).


Bahkan, Rocky menyebut sikap tersebut terkesan seperti norak.


"Kan itu norak namanya kan. Gimana coba? Hal yang biasa Elon mondar-mandir di 5th avenue, biasa aja, tapi seolah-olah kita memujanya," kata dia.


Tak hanya itu, Rocky juga menyindir mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang terlihat bahagia saat bertemu Elon Musk.


Pasalnya, pertemuan keduanya hanya terkait peluang mendatangkan inventor dan investor ke Indonesia di bidang high technology yang merupakan milik asing.


"Presiden Jokowi kemarin bertemu Elon Musk seolah-olah bahagia betul ketemu Elon Musk? apa poinnya? oh akan ada perjanjian high tech, kita akan undang inventor dan investor untuk high tech. Hi Tech untuk apa? Hi Tech kan fasilitas untuk operasionalkan potensi yang ada di kita, potensi kita nggak punya, itu punya asing semua," ucap dia.


Karena itu Rocky menilai cara berpikir tersebut kosong. Pasalnya kata Rocky, bangsa ini harus tumbuh pada ekonomi yang real, bukan fiksi.


"Kan cara berfikir yang saya sebut tadi itu kosong, anda punya teknologi kemampuan untuk mengalgoritma semua problem tapi yang dialgoritma itu bukan punya kita," tutur Rocky.


"Padahal sebetulnya bangsa ini harus tumbuh pada ekonomi yang real, bukan fiksi. Itu semua fiksi, start up itu fiksi. Yang dalam satu putaran berubah kapasitas kita akan ada profit, oh iya masa depan pasti ada profit, kapan masa depan itu? 3.000 tahun lagi pasti ada profit," sambungnya.


Lebih lanjut, Rocky menyebut bahwa yang diinginkan rakyat saat ini bahwa pemerintah dapat mengendalikan harga minyak goreng, bukan mengendalikan menggunakan Space X.


"Yang kita ingin itu adalah harga minyak goreng dikendalikan? Pakai apa? Dikendalikan pakai Space X? Hal yang prinsipil di kita, yang kita ingin adalah kapasitas menumbuhkan ekonomi berhubungan langsung dengan daya beli rakyat kita, itu yang mesti didorong," katanya. [Democrazy/suara]