-->

Breaking

logo

15 Mei 2022

Ngeri! Ini Senjata 'Mematikan' Rusia Jika Nato-AS Ikut Campur

Ngeri! Ini Senjata 'Mematikan' Rusia Jika Nato-AS Ikut Campur

Ngeri! Ini Senjata 'Mematikan' Rusia Jika Nato-AS Ikut Campur

DEMOCRAZY.ID - Konflik Rusia dan Ukraina menyeret Amerika Serikat (AS) dan NATO yang kebanyakan negara Eropa. 


Rusia mengecam akan melakukan perang nuklir apabila AS dan NATO terus 'ikut campur' dalam konflik yang terjadi di Ukraina.


Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengungkapkan, meningkatnya dukungan militer yang diberikan kepada Ukraina oleh Amerika Serikat dan sekutunya berisiko memicu konflik antara Rusia dan aliansi militer NATO. 


Menurutnya perseteruan dengan NATO berpotensi terhadap risiko perang nuklir besar-besaran.


"Negara-negara NATO memasok senjata ke Ukraina, melatih pasukannya untuk menggunakan peralatan Barat, mengirim tentara bayaran, dan latihan negara-negara aliansi di dekat perbatasan kita meningkatkan kemungkinan konflik langsung dan terbuka antara NATO dan Rusia," kata Medvedev dalam sebuah unggahan Telegram, dikutip Reuters, Sabtu (14/5/2022).


Berdasarkan Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di Washington, Rusia dan Amerika Serikat sejauh ini adalah kekuatan nuklir terbesar di dunia. 


Rusia memiliki sekitar 6.257 hulu ledak nuklir, sementara tiga kekuatan nuklir NATO yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis memiliki sekitar 6.065 hulu ledak gabungan.


Adapun serangan Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari lalu telah menewaskan ribuan orang, menghancurkan berbagai wilayah di Ukraina, dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi paling parah antara Rusia dan Amerika Serikat sejak krisis rudal Kuba pada 1962.


Putin mengatakan serangan yang disebut "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena Amerika Serikat menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia. [Democrazy/cnbc]