Breaking

logo

10 Mei 2022

Nah Lho Putin Ngamuk! Mau Balas Dendam ke Negara 'Tak Bersahabat'

Nah Lho Putin Ngamuk! Mau Balas Dendam ke Negara 'Tak Bersahabat'

Nah Lho Putin Ngamuk! Mau Balas Dendam ke Negara 'Tak Bersahabat'

DEMOCRAZY.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin semakin serius untuk membalas dendamnya kepada negara-negara yang termasuk dalam daftar negara tidak bersahabat. 


Ia memerintahkan para ahli membentuk tim kerja untuk merealisasikan balas dendamnya.


Balasan yang dikeluarkan Putin adalah meminta negara tidak bersahabat untuk membayar pembelian bahan bakar dari Rusia dengan mata uang rubel Rusia. Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/5/2022).


Syaratnya, wajib membuka rekening di bank swasta Rusia, Gazprombank. 


Jadi, negara-negara yang pembayarannya dengan euro dan dolar bisa dikonversi ke rubel.


Negara yang tidak mematuhi aturan tersebut tentu saja akan menghentikan pembelian. Hal itu yang terjadi pada Polandia dan Bulgaria.


Tim kerja yang dimaksud Putin nantinya diminta untuk membuat infrastruktur atau aturan pembayaran internasional dengan mata uang rubel.


Persyaratan yang akan dibuat juga dibuat untuk negara-negara yang masih bersahabat dengan Rusia, contohnya China dan India. 


Belum jelas bagaimana perbedaan aturan untuk negara bersahabat dan tidak bersahabat versi Rusia.


Tim kerja itu dipimpin oleh Penasihat Presiden Rusia, Maxim Oreshkin termasuk pejabat tinggi seperti Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina. 


Langkah aturan pembayaran dengan rubel ini direncanakan untuk mengurangi risiko pembekuan hampir setengah dari cadangan devisa Rusia senilai US$ 640 miliar.


Adapun negara yang masuk daftar negara tidak bersahabat versi Putin termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan negara-negara anggota Uni Eropa.


Untuk diketahui, balas dendam dari Putin itu buntut dari sanksi yang bertubi-tubi diberikan negara-negara barat kepada Rusia. 


Sanksi itu diberikan sebagai respons invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina. [Democrazy/detik]