Breaking

logo

08 Mei 2022

Komisaris Pelni Dede Budhyarto Sering Buat Gaduh, Komisi VI DPR Minta Erick Thohir Bertindak Tegas

Komisaris Pelni Dede Budhyarto Sering Buat Gaduh, Komisi VI DPR Minta Erick Thohir Bertindak Tegas

Komisaris Pelni Dede Budhyarto Sering Buat Gaduh, Komisi VI DPR Minta Erick Thohir Bertindak Tegas

DEMOCRAZY.ID - Komisi VI DPR RI mengkritik kinerja Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto atau Dede Budhyarto. 


Mereka meminta Menteri BUMN Erick Thohir bertindak tegas soal Dede ini.


Komisi VI DPR mendesak Menteri BUMN Erick Thohir mengevaluasi kinerja Komisaris Independen PT Pelni Dede Budhyarto.


Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohammad Hekal meminta Menteri BUMN Erick Thohir mengevaluasi kinerja komisaris dan direksi BUMN yang tak serius dalam bekerja, termasuk Dede Budhyarto.


“Demi jalannya roda pemerintahan yang baik dan menghentikan hancurnya perpecahan di masyarakat, maka saya meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir menegur tegas komisaris dan direksi BUMN yang kerap membuat gaduh masyarakat,” kata Hekal, Minggu (8/5).


“Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa saat ini seperti apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi,” tegasnya.


“Kalau Dede Budhyarto tidak bisa menjaga persatuan bangsa seperti apa yang diharapkan Presiden Jokowi, maka sebaiknya dievaluasi saja dari Komisaris Pelni,” kata dia lagi.


Anggota Komisi VI DPR Amin AK juga mendesak Menteri BUMN Erick Thohir bertindak tegas kepada komisaris dan direksi yang tidak bekerja sesuai dengan tugasnya sebagai pejabat BUMN.


“Pejabat BUMN yang kerjanya hanya bisa memecahkan belah masyarakat sebaiknya dievaluasi saja, seperti Dede Budhyarto itu,” katanya.


“Perusahaan BUMN tidak akan berjalan dengan baik kalau pejabatnya tidak punya akhlak yang baik,” tegas politikus PKS itu lagi.


Anggapan senada juga diutarakan anggota Komisi VI DPR sekaligus Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi.


Dia menegaskan di tengah kondisi seperti saat ini dibutuhkan persatuan bangsa untuk pembangunan yang lebih baik.


“Karena itu, orang-orang seperti Dede Budhyarto ini harus dievaluasi kinerjanya sebagai pejabat BUMN,” jelasnya.


“Kalau terus-terusan membuat gaduh, maka nama Presiden Jokowi akan tercoreng, dan sudah seharusnya Menteri BUMN mengevaluasi dari Komisaris PT Pelni,” katanya lagi.


Sementara Kapoksi Gerindra Komisi VI DPR Andre Rosiade juga menyoroti kegaduhan yang dibuat Dede ini.


Andre mengingatkan bahwa kesimpulan rapat Komisi VI DPR dengan BUMN bidang transportasi pada 29 Maret 2022 memutuskan agar seluruh komisaris dan direksi BUMN menjaga keharmonisan bermasyarakat dan menjunjung tinggi akhlak dan tidak melontarkan sentimen SARA.


“Tidak sepatutnya pejabat BUMN, baik komisaris dan direksi, melontarkan komentar yang berbau SARA dan membuat gaduh masyarakat,” jelasnya.


“Dan ini sudah diputuskan dalam kesimpulan rapat antara Komisi VI DPR dengan BUMN Transportasi. Jadi, sudah seharusnya Dede Budhyarto menjaga keharmonisan bermasyarakat,” kata Andre.


Kapoksi PKB Komisi VI DPR Nasim Khan juga memberikan komentar soal Dede ini.


“Dede Budhyarto seharusnya berkomentar terkait kinerja perusahaan dalam persiapan arus mudik dan arus balik lebaran, bukan malah berkomentar di luar itu yang justru membuat gaduh di suasana Idul Fitri ini,” kata Nasim dalam keterangannya, Minggu (8/5/2022).


“Jadi saya minta agar Menteri BUMN mengingatkan saudara Dede Budhyarto dan semua jajaran BUMN yang tidak becus bekerja dan hanya mencari sensasi,” tegasnya. [Democrazy/pojok]