Breaking

logo

23 Mei 2022

Kecam Bendera LGBT, PA 212 Serukan Umat Islam Boikot Produk Inggris

Kecam Bendera LGBT, PA 212 Serukan Umat Islam Boikot Produk Inggris

Kecam Bendera LGBT, PA 212 Serukan Umat Islam Boikot Produk Inggris

DEMOCRAZY.ID - Presidium Alumni (PA) 212 menyerukan umat Islam agar memboikot produk Inggris sebagai buntut pengibaran bendera simbol Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di gedung Kedutaan Besar (Kedubes) mereka di Jakarta.


Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 Novel Bamukmin mengatakan boikot itu akan dilakukan jika kritik dan aspirasi umat Islam tidak diindahkan.


"Apabila tidak mengindahkan aspirasi kami umat islam maka kami meminta umat Islam untuk memboikot apapun produk produk Inggris," kata Novel saat dihubungi (23/5).


Novel kemudian meminta Kedutaan Inggris meminta maaf kepada umat Islam karena telah mengibarkan bendera LGBT. Ia juga mendesak bendera itu diturunkan.


Jika tidak, kata Novel, PA 212 meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melakukan sejumlah tindakan, mulai peringatan keras, memutus hubungan diplomatik dengan Inggris, hingga mengusir perwakilan negara itu dari Indonesia.


"Meminta Kemenlu segera mengambil langkah tegas untuk memberikan peringatan keras atau kalau tidak segera memutus hubungan diplomatik," ujarnya.


Novel kemudian menuding Inggris menantang Umat Islam. Ia menduga perwakilan Britania Raya di Indonesia itu melihat rezim pemerintahan Joko Widodo tidak memiliki jati diri yang jelas.


Novel berujar pemerintah saat ini tidak mempraktekkan nilai-nilai ketuhanan. 


Bahkan, kata Novel, pemerintah bermaksud melenyapkan unsur ketuhanan melalui Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). RUU ini, menurutnya, didorong partai pengusung Jokowi, PDI Perjuangan.


"(Inggris) melihat Indonesia di rezim ini tidak punya jati diri yang jelas walau negara Ketuhanan Yang Maha Esa tapi praktiknya oleh rezim ini seperti tidak berketuhanan dan unsur pelenyapan Ketuhanan Yang Maha Esa," ujar Novel.


"Sehingga baik Inggris dan Singapore berani menyerang Indonesia dengan isu isu agama Islam," imbuhnya.


Novel menegaskan Umat Islam, khususnya barisan 212 tidak akan diam. 


Menurutnya, umat Islam akan terus menjaga Indonesia dari kerusakan moral. [Democrazy/cnn]