-->

Breaking

logo

14 Mei 2022

Kata GMKI: Mudik Lebaran Lancar Berkat Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur

Kata GMKI: Mudik Lebaran Lancar Berkat Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur

Kata GMKI: Mudik Lebaran Lancar Berkat Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur

DEMOCRAZY.ID - Bagi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) penanganan pemerintah atas arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 berjalan aman dan terkendali.


Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Jefri Gultom pun menyatakan mengapresiasi terhadao pemerintah. 


Menurut Jefri, pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi telah terbukti memberikan dampak positif dalam mempersingkat waktu tempuh para pengguna jalan.


Jerfri kemudian menyampaikan ucapan terima kasih pada Presiden Jokowi yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur hingga je daerah.


"Mudik ke Jawa Tengah atau Timur yang biasanya menghabiskan waktu 35 jam, sekarang hanya 15 jam," demikian ketarangan Jefri Jumat (13/5).


Jefri juga mengapresiasi institusi Kepolisian yang melakukan manajemen mudik dengan baik sehingga kemacetan yang selama ini biasa terjadi di masa arus mudik dan balik dapat terurai.


"Berkat kerja keras Kapolri beserta jajarannya merekayasa lalu lintas, pemudik yang menggunakan moda transportasi dapat berjalan dengan lancar," ujar Jefri Gultom.


Jefri Gultom menjelaskan penanganan arus mudik dan balik Lebaran 2022 lebih sulit dibandingkan sebelumnya, mengingat tingkat kepadatan volume kendaraan dan pergerakan pemudik yang mencapai 1/3 jumlah penduduk Indonesia.


Lebih lanjut, Jefri menjelaskan keberhasilan penanganan arus mudik dan balik tidak lepas terobosan program dan kebijakan Polri yakni program mudik gratis dari Polri, rekayasa lalu lintas serta usulan dari Kapolri untuk mengambil cuti pada tanggal 8 Mei 2022.


Selanjutnya, Jefri menyampaikan hampir tidak ada keluhan dari masyarakat terhadap arus mudik dan balik Lebaran 2022 baik secara langsung maupun dari media sosial.


"Artinya masyarakat bahagia, kita berharap momentum ini menjadikan masyarakat hidup lebih produktif," tutup Jefri Gultom.


Berdasarkan data Jasa Marga, ada 1.7 juta kendaraan keluar Jabodetabek sejak H-10 sampai H-1 hari raya Idul Fitri. 


Naik 9,5 persen dibanding tahun 2019, sekaligus memecahkan rekor lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah mudik.


Selain itu, berdasarkan data Balitbang Kementerian Perhubungan jumlah pemudik mencapai 85,5 juta orang. [Democrazy/rmol]