Breaking

logo

07 Mei 2022

Islamophobia Disebut Kian Menjamur, Kritikus Bongkar Penyebabnya: Pemimpin Korup dan Amburadul!

Islamophobia Disebut Kian Menjamur, Kritikus Bongkar Penyebabnya: Pemimpin Korup dan Amburadul!

Islamophobia Disebut Kian Menjamur, Kritikus Bongkar Penyebabnya: Pemimpin Korup dan Amburadul!

DEMOCRAZY.ID - Kritikus politik, Faizal Assegaf, turut menyoroti ramainya pemberitaan soal Islamophobia yang kian menjamur di Indonesia selama hampir satu windu.


Faizal Assegaf lantas membongkar akar penyebabnya. 


Menurut penilaiannya, hal itu tak lepas dari kepemimpinan nasional yang hobi korupsi.


Bahkan, Faizal tak segan menyebut kondisi kepemimpinan pemerintahan pusat saat ini sangat amburadul. 


Ia menganalogikan kondisi demikian seperti proses pembusukan pada ikan, yang akan dimulai dari bagian kepalanya.


“Di negara manapun, ketika kekuasaan dipegang oleh mrk yg jujur, bebas dari kejahatan korupsi & berwawasan luas, sdh pasti hidup rakyat harmoni tdk membenci ISLAM. Suburnya Islamophobia dlm 7 thn ini, berpusat pd kepemimpinan nasional yg amburadul & korup. Ikan busuk dari kepala,” ungkapnya lewat akun Twitter @faizalassegaf, dikutip Sabtu, 7 Mei 2022.


Bersamaan dengan cuitan itu, Faizal mengunggah sebuah tangkapan layar berita tentang Islamophobia di Indonesia yang memuat pernyataan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.


Berita itu berjudul “Ketum PP Muhammadiyah: Sungguh ironis orang makin terbuka mengolok-olok Islam di negeri Indonesia, Negeri mayoritas muslim terbesar di dunia".


Sementara itu, pada cuitan sebelumnya, Faizal menyoroti soal upaya pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mendamaikan Rusia dan Ukraina.


Faizal pun meragukan keberhasilan upaya Jokowi mengundang Presiden Rusia dan Ukraina, Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy di forum G20 di Bali.


Lagi-lagi alasannya disebabkan kondisi pemerintah yang saat ini tampak gagal mengurusi segala hal. Ia mengambil contoh kecil soal kasus minyak goreng.


Oleh sebab itu, Faizal menganggap Jokowi hanya asal berujar bahkan berkhayal ketika menyampaikan keinginannya mendamaikan dua negara yang tengah berapi-api itu.


“Wong ngurus minyak goreng aje ga becus, kok nekat bikin narasi konyol dan asbun,” katanya.


Untuk diketahui, istilah Islamophobia belakangan kembali ramai disoroti usai tulisan seorang Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof. Budi Santosa Purwokartiko yang menyebut mahasiswi berhijab sebagai 'manusia gurun' beredar di media sosial.


Tulisan Rektor ITK itu pun langsung menuai kecaman dari banyak pihak. 


Tak sedikit pula yang menganggap sang rektor telah terpapar ideologi Islamophobia.


Salah satu tokoh yang turut mengecam adalah Fadli Zon. Ia bahkan mendesak agar ideologi Islamophobia di Indonesia segera dihentikan.


“Sebaiknya mereka yang terpapar Islamofobia ini segera dihentikan,” desak Fadli Zon seperti dikutip dari Twitter @fadlizon.


Kemudian, Tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, juga turut membenarkan.


Syahganda mengungkapkan kalau Rektor ITK Budi Santosa memang merupakan anggota Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB). [Democrazy/hops]