Breaking

logo

30 Mei 2022

ICW Minta Dewas KPK Periksa Spanduk Dukungan Firli Bahuri Jadi Capres 2024, Langgar Kode Etik?

ICW Minta Dewas KPK Periksa Spanduk Dukungan Firli Bahuri Jadi Capres 2024, Langgar Kode Etik?

ICW Minta Dewas KPK Periksa Spanduk Dukungan Firli Bahuri Jadi Capres 2024, Langgar Kode Etik?

DEMOCRAZY.ID - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhan meminta Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan memeriksa kemunculan beberapa spanduk di sejumlah daerah yang bertuliskan dukungan terhadap Ketua KPK Firli Bahuri untuk maju pada Pilpres 2024.


"Hal yang dikhawatirkan adalah jika kemudian spanduk atau baliho tersebut memang dikondisikan untuk menarik atensi masyarakat demi kepentingan politik dengan mengatasnamakan lembaga KPK dan memanfaatkan jabatannya,” kata Kurnia, Senin (30/5/2022).


Dia juga menilai bahwa penelusuran atas kemunculan spanduk tersebut penting dilakukan oleh Dewas KPK.


Sebab, jika Firli terbukti terlibat atas kemunculan spanduk-spanduk tersebut, maka ia telah melanggar Pasal 4 Ayat (1) huruf d Peraturan Dewan Pengawas (Perdewas) Nomor 2 Tahun 2020.


Pasal tersebut menyebutkan bahwa semua anggota Dewas harus loyal pada KPK dan mengesampingkan kelompok pribadi, kelompok atau golongan dalam pelaksanaan tugas. 


Kurnia juga menegaskan bahwa ICW berharap agar tokoh-tokoh dalam spanduk dan baliho merupakan orang-orang teladan masyarakat.


“ICW berharap tokoh-tokoh dalam spanduk dan baliho ialah figur-figur yang bisa dijadikan teladan bagi masyarakat Indonesia. Bukan justru pejabat yang sempat tersandung kode etik berulang kali,” imbuhnya. 


Di Banten, terdapat spanduk yang memuat foto Firli beserta tulisan "Masyarakat Banten Mendesak Tokoh Anti Korupsi Maju di Pilpres 2024" serta "#DukungIndonesiaBersih".


Di daerah lain, ada juga spanduk yang memuat foto Firli dan tulisan "Kami Butuh Presiden yang Getol Berantas Korupsi" serta "Firli Bahuri untuk Indonesia".


Sebelumnya, Firli menyatakan bahwa adanya spanduk-spanduk tersebut menyebabkan dirinya mendapat pertanyaan tentang tim sukses hingga pendaftaran relawan.


"Saya, oleh mereka dimintai penjelasan tentang apakah ini memang sebuah langkah atau suatu yang tidak terencana. Bahkan sebagian ada yang menyindir saya tentang kenapa mereka tidak diajak sebagai tim sukses," tulisnya melalui akun Twitter @firlibahuri pada Minggu (29/5/2022).


Dia juga mengaku ada orang yang bertanya tentang pendaftaran menjadi relawan untuknya.


"Ada yang lebih jauh bertanya tentang harus mendaftar diri menjadi relawan di mana," imbuhnya.


Firli pun merespons pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menegaskan bahwa ia tidak mengetahui maupun berinisiatif untuk memunculkan spanduk-spanduk tersebut.


"Sesungguhnya sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa spanduk itu sama sekali saya tidak tahu dan tidak ada inisiatif apapun yang datang dari saya dan saya tidak memahami bagaimana ia bisa muncul," tulisnya. [Democrazy/ktv]