Breaking

logo

08 Mei 2022

Hebat! Kunjungi Korsel, Megawati Bakal Terima Gelar Profesor Kehormatan Lagi

Hebat! Kunjungi Korsel, Megawati Bakal Terima Gelar Profesor Kehormatan Lagi

Hebat! Kunjungi Korsel, Megawati Bakal Bakal Terima Gelar Profesor Kehormatan Lagi

DEMOCRAZY.IDPresiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terbang ke Senongnam, Seoul, Korea Selatan pada hari ini. 


Di sana, Megawati akan menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA).


Saat tiba di Seoul, Megawati disambut Dubes Indonesia untuk Korsel Gandi Sulistiyanto, Deputi Jenderal MOFA dan Atase Pertahanan RI. Ketua Umum PDI Perjuangan ini tiba bersama Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey, dan Ketua DPP PDIP bidang Kelautan, Perikanan, dan Nelayan Rokhmin Dahuri.


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, agenda pertama Megawati adalah menghadiri pelantikan presiden baru Korsel, Yoon Suk Yeol pada pukul 10.30 waktu setempat.


"Undangan dari Republik Korea ini merupakan suatu kehormatan. Undangan bersifat khusus oleh Presiden terpilih untuk menghadiri pelantikan," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu, 8 Mei.


Lalu pada malam harinya, Megawati akan hadir di jamuan makan malam yang dibuat khusus oleh Presiden Yoon. 


Keesokan harinya, Megawati akan berangkat lagi ke Istana Kepresidenan Korsel untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Yoon.


Seusai pertemuan itu, Megawati akan langsung berangkat ke Gedung Seoul Institute of the Arts (SIA). 


Sebab di sana, Megawati akan menghadiri upacara penganugerahan gelar profesor kehormatan.


SIA adalah institusi pendidikan ternama yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun. 


Melahirkan puluhan artis ternama dan berkualitas dari Korea, di antaranya Kim Seon Ho, Son Ye Jin, hingga Kim Ha-neul. Atau penyanyi Wooyoung dari Grup 2PM, dan Presenter Yoo Jae-Suk.


Hasto menjelaskan, pihak SIA memberi gelar profesor tersebut karena menilai besarnya kontribusi serta komitmen kemanusiaan Megawati memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea, serta perhatiannya yang begitu besar terhadap demokrasi, lingkungan dan kebudayaan.


"Pada dasarnya Korea ini kan satu bangsa dua negara. Hanya karena perbedaan ideologi akibat perang dingin, kemudian terpecah jadi dua negara, sehingga proses reunifikasi Korea harus terus menerus dijalankan dengan cara damai dan dialog. Diplomasi kebudayaan merupakan pendekatan penting yang bisa dilakukan," urai Hasto.


Diketahui, gelar profesor kehormatan dari SIA ini akan menjadi yang kedua untuk Megawati. 


Sebelumnya,  pada Juni 2021 lalu, Megawati menerima gelar Profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Bidang Kepemimpinan Strategik. [Democrazy/voi]