Breaking

logo

15 Mei 2022

Gus Yaqut: Jangan Percaya Tokoh Berkedok Agama, Mereka Merusak Islam!

Gus Yaqut: Jangan Percaya Tokoh Berkedok Agama, Mereka Merusak Islam!

Gus Yaqut: Jangan Percaya Tokoh Berkedok Agama, Mereka Merusak Islam!

DEMOCRAZY.ID - Sebuah video yang memperlihatkan Menteri Agama sekaligus Pimpinan Banser NU Gus Yaqut tengah pidato dan meminta masyarakat agar jangan percaya dengan tokoh berkedok agama, viral di media sosial. 


Video Gus Yaqut minta masyarakat agar tak percaya dengan tokoh berkedok agama itu viral usai diunggah pengguna Twitter Kangwaqfi2, seperti dilihat pada Minggu 15 Mei 2022.


Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyerukan warganet lainnya untuk melawan tokoh berkedok agama tersebut.


“LAWAN!!!,” cuit netizen Kangwaqfi2.


Dilihat dari video itu, tampak Gus Yaqut tengah oidato di atas panggung dengan mengenakan seragam hijau khas Nahdlatul Ulama (NU).


Ia pun menyebut bahwa saat ini ada kelompok-kelompok yang mengatasnamakan perjuangan mereka untuk kepentingan agama. 


“Hari ini juga ada kelompok-kelompok mengatasnamakan agama. Mereka mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah perjuangan kepentingan agama,” ujar Yaqut. 


Selain kelompok, kata Yaqut, juga ada tokoh yang sudah lama pergi dari Indonesia dan tiba-tiba kembali ke Tanah Air dengan alasan hendak menegakkan syariat Islam.


“Ada yang mengatasnamakan Islam, ada tokoh yang lama pergi tiba-tiba datang ke Indonesia dan dia mengatakan sedang menegakkan syariat Islam,” tuturnya. 


Gus Yaqut pun menyerukan kepada anggota Banser agar jangan percaya dengan tokoh yang mengatasnamakan agama tersebut. 


“Jangan pernah percaya dengan orang seperti ini, jangan percaya dengan orang yang mengatasnamakan perjuangannya untuk Islam,” tegasnya. 


Pasalnya, menurut Gus Yaqut, tokoh itu justru merusak Islam lantaran menggunakan agama sebagai kedok untuk menguasai panggung politik. 


“Apa yang mereka lakukan justru merusak Islam. Apa yang mereka lakukan hanya menggunakan Islam sebagai kedok, topeng untuk merebut keinginan mereka menguasai panggung-panggung politik,” ujarnya. [Democrazy/terkini]