Breaking

logo

21 Mei 2022

Gak Terima Singapura Disebut Islamophobia, Abu Janda Bereaksi: Kalian Kurang Piknik!

Gak Terima Singapura Disebut Islamophobia, Abu Janda Bereaksi: Kalian Kurang Piknik!

Gak Terima Singapura Disebut Islamophobia, Abu Janda Bereaksi: Kalian Kurang Piknik!

DEMOCRAZY.ID - Usai menyatakan persetujuan atas sikap Singapura yang menolak Ustaz Abdul Somad, Abu Janda kembali bereaksi.


Kali ini, ia mengunggah video saat hendak melakukan salat Jumat di Masjid Al-Sultan, Singapura. 


Abu Janda pun menyebut Singapura sebagai negara yang memberikan kebebasan rakyatnya untuk beribadah, termasuk bagi umat mulim. 


“Singapura itu negara yang sangat melindungi kebebasan beribadah ummat Islam,” kata Abu Janda, dikutip dari akun Instagram @permadiaktivis2 pada Sabtu, 21 Mei 2022.


Ia bahkan menyebut orang yang mengaitkan penolakan UAS oleh Singapura dengan isu islamophobia adalah orang yang kurang piknik.


“Jadi yang bilang Singapura itu islamophobia, itu orang yang kurang piknik nggak pernah ke luar negeri,” ujar Abu Janda.


Tak terima dengan sebutan Singapura sebagai negara islamophobia, Abu Janda mengimbau agar orang-orang tersebut tak hanya mencukupkan diri piknik ke Monas.


“Pikniknya cuma sampai Monas doang,” ucap Abu Janda diiringi oleh gelak tawanya.


Abu Janda mendukung keputusan Singapura yang menolak Ustaz Abdul Somad lantaran dianggap menganut paham ekstrimis dan mengajarkan segregasi sosial. 


Bagi Abu Janda, keputusan Singapura tersebut patut untuk dihargai sebagai negara yang memiliki kedaulatan terhadap siapa saja yang boleh masuk ke negaranya.


“Singapura sebagai negara kedaulatan punya hak untuk menentukan siapa boleh masuk ke negara mereka, siapa yang tidak boleh. Kita bangsa Indonesia harus menghormati hak mereka,” ucapnya, pada Sabtu, 21 Mei 2022.


Lebih lanjut, Abu Janda meminta masyarakat Indonesia untuk tidak membuang waktu mengurusi keputusan Singapura. 


“Pemerintah Indonesia tidak usah buang waktu dan tenaga untuk urusan yang tidak penting,” tegas Abu Janda.


“Kami sebagian besar rakyat Indonesia dukung keputusan imigrasi Singapura yang melarang penceramah ekstrem untuk masuk ke negara mereka,” imbuhnya.


Abu Janda ingin Pemerintah Indonesia berkaca dari Singapura dengan menerapkan regulasi khusus bagi penceramah yang menganut paham radikal. 


“Contoh yang bagus buat Indonesia, semoga suatu saat nanti Pemerintah Indonesia juga bisa mencontoh cara menghadapi penceramah yang dakwah kebencian dan ekstrimisme,” ujarnya.


Diketahui Abu Janda membuat pernyataan itu saat ia berada di Singapura serta mengemukakan pendapatnya dengan menggunakan bahasa Inggris melalui akun Instagramnya @permadiaktivis2. [Democrazy/hops]