Breaking

logo

08 Mei 2022

Daftar Senjata 'Mematikan' Putin, Sulit Untuk Dicegah Lawan!

Daftar Senjata 'Mematikan' Putin, Sulit Untuk Dicegah Lawan!

Daftar Senjata 'Mematikan' Putin, Sulit Untuk Dicegah Lawan!

DEMOCRAZY.ID - Perang antara Rusia dan Ukraina hingga kini masih terus berlangsung. 


Bahkan, negara beruang merah itu telah menggunakan berbagai strategi mulai dari sasaran militer, mulai dari menggunakan rudal jelajah, serangan darat tanpa henti, hingga pengepungan di berbagai kota Ukraina.


Pertempuran antara kedua belah pihak ini telah memakan korban hingga ribuan jiwa. 


Bahkan puluhan ribu warga Ukraina terpaksa harus mengamankan diri ke shelter terdekat untuk melindungi diri hingga mengungsi ke negara-negara tetangga.


Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa kali terus berucap akan kemampuan canggih nuklir milik Rusia kepada seluruh dunia. 


Bahkan, ia tak segan mengancam kepada dunia yang mencoba ikut campur atas konflik Rusia dan Ukraina.


Lantas, peralatan tempur apa saja sih yang telah dipersiapkan Rusia saat ini dalam menghadapi lawan? 


Berikut daftar senjata milik Rusia yang telah dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber.


1. Hulu ledak Nuklir


Rusia memiliki jumlah hulu ledak nuklir yang cukup banyak, meskipun sampai saat ini dirahasiakan jumlahnya. 


Namun dalam sebuah Buletin Ilmuwan Atom, diperkirakan jumlahnya mencapai 4.447 hulu ledak nuklir, di mana 1.588 di antaranya dikerahkan pada rudal balistik dan di pangkalan pengebom berat.


Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan serangan nuklir akan menjadi 'malapetaka' bagi dunia.


2. Rudal Jelajah Kalibr


Rusia juga telah mengembangkan jelajah jarak jauh yang disebut sebagai 'Kalibr', alat ini dikabarkan merupakan saingan Tomahawk buatan Amerika Serikat. Rudal ini diketahui mampu menjangkau hingga 1.500 mil.


Rudal yang memiliki berat 2,3 ton tersebut dapat mengemas hulu ledak termonuklir seberat 1.100lbs. Kalibr merupakan senjata pilihan Rusia yang mampu meluncurkan serangan presisi pada jarak jauh terhadap target musuh.


Kalibr dikembangkan sejak 1990-an dan pertama kalinya digunakan untuk pertempuran pada 2015. Kalibr dapat diluncurkan melalui kapal, kapal selam, atau pasukan darat - dengan versi peluncuran jet yang diperkirakan sedang diproduksi.


3. Tank Malka


Seorang pejabat intelijen mengatakan kepada The Independent bahwa Rusia menggunakan howitzer self-propelled 27M Malka 203mm, sistem artileri konvensional paling kuat di dunia.


Tank Malka juga dikenal sebagai 2S7 Pion, sistem artileri membawa empat proyektil untuk digunakan segera dan mampu menembakkan amunisi nuklir.


Army Recognition juga melaporkan, dengan satu tembakan dari senjata 203mm, senjata itu sepenuhnya dapat menghancurkan sebuah bangunan yang digunakan sebagai benteng.


4. Bom Termobarik


Bom Termobarik ini dianggap sebagai superweapon paling gahar yang dimiliki Rusia. 


Senjata ini dapat membuat orang yang ada di dekatnya langsung 'lenyap', bahkan disebut dapat menghancurkan hingga organ dalam manusia.


Putin dapat menggunakan senjata termobarik berkekuatan tinggi, yang dijuluki 'bapak segala bom' jika belum juga berhasil menguasai Kiev. Hal ini lah diperingatkan langsung oleh seorang pejabat.


Senjata termobarik adalah bahan peledak bertenaga tinggi yang menggunakan atmosfer itu sendiri sebagai bagian dari ledakan. Alat ini adalah salah satu senjata non-nuklir paling kuat yang pernah dikembangkan.


5. Tank TOS-1 Buratino


TOS-1 Buratino adalah sistem peluncur roket ganda yang menembakkan bom termobarik, yang ketika meledak, menghabiskan semua oksigen di zona ledakan dan mampu membunuh semua orang di area tersebut.


Tank TOS-1 Buratino ini dikembangkan pada pertengahan 1980-an. Alat ini sangat efektif melawan kendaraan lapis baja ringan yang menyebabkan kehancuran dalam area berdiameter 1.000 kaki.


6. Tsar Bomba


Tsar Bomba, adalah bom nuklir terbesar yang pernah dibuat dan dikembangkan pada puncak Perang Dingin untuk bersaing dengan perangkat termonuklir yang diproduksi oleh AS.


Senjata ini belum terkonfirmasi apakah digunakan atau tidak oleh Rusia, namun pada pembacaan pidato kenegaraan 2018, Putin mengklaim bahwa Rusia sekarang memiliki beberapa senjata nuklir kelas baru. [Democrazy/cnbc]