-->

Breaking

logo

09 Mei 2022

Curhat Ruslan Buton ke Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti: Prihatin Dengan Kondisi Bangsa, Tak Ada Lagi Kejujuran!

Curhat Ruslan Buton ke Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti: Prihatin Dengan Kondisi Bangsa, Tak Ada Lagi Kejujuran!

Curhat Ruslan Buton ke Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti: Prihatin Dengan Kondisi Bangsa, Tak Ada Lagi Kejujuran!

DEMOCRAZY.ID - Mantan perwira TNI, Ruslan Buton bertemu Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Rumah Dinas Ketua DPD RI, Jakarta, Minggu (8/5/2022). 


Dalam pertemuan tersebut Ruslan curhat terkait kondisi bangsa yang dianggapnya semakin terpuruk.


"Kita sangat prihatin dengan kondisi bangsa. Karena di berbagai sektor sudah tidak ada lagi kejujuran, kebenaran, dan keadilan," ucap Ruslan.


Ruslan menilai, Indonesia kekinian seperti tidak terkendali lagi. 


Elite politik dan para pejabat tidak ada memikirkan kondisi rakyat. 


Tetapi lebih mengutamakan perut sendiri dan teman-temannya.


"Bagaimana kita lihat, dalam kondisi negara dengan permasalahan kompleks, banyak utang plus pandemi, para penyelenggara negara tetap memainkan kebijakan yang menguntungkan bisnis mereka. Coba saja kita liat soal tambang, bisnis PCR atau antigen, minyak goreng dan lain-lian," tuturnya.


Untuk itu, kata Ruslan, mendatangi LaNyalla untuk menyatakan dukungan terhadap kiprah Ketua DPD RI yang kritis terhadap pengelolaan negara.


"Saya ikuti sepak terjang Pak Ketua DPD RI belakangan ini. Sangat berani dan itu yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Bisa menjadi corong penderitaan rakyat," ungkapnya.


Sementara Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan dirinya berusaha istiqomah dan amanah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Ketua DPD RI.


"Saya berkali-kali tegaskan, saya bukan oposisi. Saya menjalankan konstitusi karena saat disumpah sebagai anggota DPD RI saya ditugaskan menerima aspirasi dan mengawasi pemerintah. DPD RI adalah sebagai speaker agar pemerintah menjalankan fungsinya dengan baik," kata LaNyalla.


Ruslan Buton hadir bersama Prof Hafid Abbas (mantan Komnas HAM), aktivis dan pengamat politik Anton Permana dan advokat Al Katiri.


Sedangkan LaNyalla didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin. [Democrazy/suara]