-->

Breaking

logo

13 Mei 2022

Beredar 3 Nama di Bursa Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

Beredar 3 Nama di Bursa Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

Beredar 3 Nama di Bursa Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

DEMOCRAZY.ID - Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir pada Oktober 2022. 


Beredar tiga nama bakal calon yang akan menggantikan Anies mendatang.


"Kalau melihat dari tiga nama yang diusulkan, semuanya bagus. Pak Heru Budi bagus, pernah jadi eksekutif Ibu Kota, tentu paham dengan psikologis Jakarta. Pak Marullah bagus, sekda kita saat ini. Begitu pun dengan Pak Juri Ardiantoro, bagus, banyak pengalaman dalam memimpin," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).


Ketiga nama yang dimaksud Zita tersebut ialah Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono, Sekda DKI Jakarta Marullah, dan eks Ketua KPU RI Juri Ardiantoro.


Zita mengatakan kewenangan penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta ada di tangan Presiden dan Kemendagri. 


Dia berharap Pj Gubernur DKI akan melanjutkan pembangunan yang belum selesai.


"Siapa pun yang akan jadi Pj Gubernur, semoga bisa merealisasikan rencana pembangunan yang belum terealisasi dan melanjutkan apa yang sudah berjalan. Salah satunya Formula E," jelas Zita.


Zita menilai ketiga nama tersebut cocok untuk nantinya memimpin DKI. Namun, hal tersebut tetap berada di tangan pusat.


"Kalau dilihat dari track record-nya juga sangat mumpuni untuk memimpin Ibu Kota," kata Zita.


Tanggapan Wagub DKI


Secara terpisah, menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak berkomentar banyak. 


Dia mengatakan akan menyerahkan seluruh keputusan ke pemerintah pusat.


"Pokoknya kita serahkan kepada pemerintah pusat yang terbaik," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/5).


Namun, dia mengatakan siapa pun pengganti Anies dipastikan memiliki kompetensi yang mumpuni.


"Yang penting nanti siapa pun yang ditugaskan kita dukung bersama pasti yang ditugaskan adalah orang yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik," ujar Riza.


Riza menegaskan posisi Pj Gubernur DKI Jakarta menjadi kewenangan penuh presiden. Dia tidak ingin mencampuri urusan pemerintah pusat, termasuk kewenangan presiden.


"Kami nggak masuk ke wilayah itu. Kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat," kata dia.


Kisi-kisi Mendagri soal Pj Gubernur DKI


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan kisi-kisi bakal calon Pj Gubernur DKI. 


Yang terpenting, menurutnya, tidak tersandung sebuah persoalan atau kasus.


"Yang pertama, ada masalah nggak dia atau tidak, kita profiling. Yang kedua, apakah potensi ada kasus atau tidak. Jangan sampai dipilih terus ada masalah," kata Tito kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (12/5).


Nantinya ada tiga nama calon yang akan diusulkan Tito ke Presiden Jokowi untuk mengisi jabatan tersebut.


"Yang nanti bulan Oktober (pelantikan Pj Gubernur DKI Jakarta) satu bulan sebelumnya, September sudah ada (tiga) nama kita ajukan ke Bapak Presiden," kata Tito.


Kemendagri juga akan mengajukan tiga nama calon Pj Gubernur Aceh yang akan dilantik pada Juli nanti. Tiga nama itu nantinya juga akan diusulkan ke Jokowi.


"Yang mungkin nanti sudah bulan Juni, kita sudah mulai mendapatkan nama-nama untuk 3 nama diajukan ke Bapak Presiden," ujar Tito. [Democrazy/detik]