Breaking

logo

08 Mei 2022

Anies Baswedan Kembali Diserang Fitnah, Foto yang Membersamainya Ternyata Ulama Ahli Tafsir Dunia

Anies Baswedan Kembali Diserang Fitnah, Foto yang Membersamainya Ternyata Ulama Ahli Tafsir Dunia

Anies Baswedan Kembali Diserang Fitnah, Foto yang Membersamainya Ternyata Ulama Ahli Tafsir Dunia

DEMOCRAZY.ID - Anies Baswedan yang disebut-sebut bakal maju mencalonkan diri sebagai calon presiden memang cukup populer. 


Meski banyak yang mendukung karena keberhasilannya membangun Jakarta, tidak sedikit yang terus menyerangnya dengan berbagai fitnah.


Foto lawas Anies Baswedan bersama Hidayat Nur Wahid (HNW) dan seorang ulama asal Mesir kembali disebarkan oleh akun Om Elly @EllyKoro


Dalam narasi foto itu dia menulis “Zangat tidak enak dipandang..Seperti membayangkan sebuah keadaan yg mengerikan!!,” tulisnya, dilihat pada Minggu (8/5/2022).


Bahkan dalam tulisan pada foto itu disebutkan bahwa HNW dan Anies Baswedan berfoto dengan pimpinan ISIS.


Setelah ditelusuri, foto pria bergamis putih di antara Anies Baswedan dan Hidayat Nur Wahid itu adalah Yusuf al-Qaradawi. Foto itu telah beredar sejak 2017.


Sejauh ini, belum ada bukti yang mendukung pernyataan bahwa Yusuf al-Qaradawi berafiliasi dengan ISIS. 


Dikutip dari laman Kumparan.com, Qaradawi adalah ahli ijtihad (tafsir) yang lahir di Kairo, Mesir, pada September 1926.


Pada 1961, Qaradawi sempat pindah ke Qatar. Setelah merampungkan studi PhD-nya di Universitas Al-Azhar pada 1973, ia mendirikan Fakultas Syariah dan Studi Islam di Universitas Qatar pada 1977. Ia juga membentuk Pusat Penelitian Sirah dan Sunah.


Kiprah Qaradawi di Qatar membuatnya memperoleh kewarganegaraan Qatar dan tinggal di ibu kota negara itu, Doha. 


Ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Fatwa Mesir, Ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, serta Ketua Dewan Pengawas Islamic American University.


Dikutip dari situs media Inggris, Telegraph, Yusuf al-Qaradawi pernah mengecam deklarasi khilafah yang digaungkan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, pada 2014. 


Saat itu, Baghdadi menyebut dirinya khalifah yang bernama Ibrahim.


Menurut Qaradawi, deklasari itu melanggar hukum syariah dan memiliki konsekuensi yang berbahaya bagi kaum Sunni di Irak dan pemberontakan di Suriah. 


“Khalifah pun hanya dapat diberikan oleh seluruh kaum muslim, bukan oleh satu kelompok,” kata Qaradawi.


Dikutip dari situs Turnbackhoax.id yang pernah memeriksa fakta foto itu pada 2017, Yusuf al-Qaradawi bukan pentolan atau pendiri ISIS. 


Bahkan, beberapa pernyataannya mengkritisi sepak terjang ISIS. [Democrazy/fajar]