Breaking

logo

10 Mei 2022

Angka Pengangguran di Jawa Tengah Meningkat 6,26 Persen Per Februari 2022, Kinerja Ganjar Disorot

Angka Pengangguran di Jawa Tengah Meningkat 6,26 Persen Per Februari 2022, Kinerja Ganjar Disorot

Angka Pengangguran di Jawa Tengah Meningkat 6,26 Persen Per Februari 2022, Kinerja Ganjar Disorot

DEMOCRAZY.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah pengangguran di provinsi tersebut hingga Februari mengalami peningkatan sekitar 70 ribu orang atau sekitar 6,26 persen.


Kepala BPS Jawa Tengah Adhi Wiriana mengatakan, hingga Februari terdapat 1,19 juta penduduk Provinsi Jateng yang menganggur. 


Jumlah itu mengalami kenaikan 6,26 persen di banding periode Februari 2021 yang mencapai 1,12 juta orang.


”Pada Februari 2022, penghitungan indikator ketenagakerjaan menggunakan penimbang hasil proyeksi penduduk berdasar hasil pendataan Sensus Penduduk 2020,” kata Adhi Wiriana seperti dilansir dari Antara, Senin (9/5).


Pada Februari 2022, lanjut dia, komposisi angkatan kerja Provinsi Jawa Tengah meningkat di banding periode yang sama tahun sebelumnya. 


Dari 18,82 juta orang menjadi 20,76 juta orang.


Angka Pengangguran di Jawa Tengah Meningkat 6,26 Persen Per Februari 2022, Kinerja Ganjar Disorot

Sementara itu, kata dia, jika dilihat dari tempat tinggal, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan lebih tinggi di banding perdesaan. 


”Tingkat pengangguran terbuka di perkotaan mencapai 7,48 persen, di pedesaan 3,99 persen,” ujar Adhi Wiriana.


Tingkat pengangguran di pedesaan dan perkotaan pada Februari 2022 juga sama-sama mengalami peningkatan jika di banding periode yang sama tahun lalu. 


Untuk penduduk bekerja di Jawa Tengah, jika dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan sekolah dasar masih mendominasi dengan 45,35 persen.


”Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,” terang Adhi Wiriana.


BPS Jawa Tengah juga mencatat provinsi itu mengalami inflasi 1,07 persen pada April 2022. 


Adhi Wiriana menjelaskan, kenaikan harga bahan bakar minyak dan minyak goreng menjadi salah satu penyebab utama inflasi pada April 2022.


”Kenaikan harga BBM dan minyak goreng masing-masing memberi kontribusi 0,30 dan 0,23 persen terhadap inflasi Jawa Tengah,” papar Adhi Wiriana.


Inflasi yang terjadi pada Ramadan tersebut lebih tinggi jika dibanding Maret 2022 yang mencapai 0,75 persen. 


Inflasi terjadi di enam kota lokasi survei indeks harga konsumen di Jawa Tengah.


”Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Cilacap yang mencapai 1,68 persen dan inflasi terendah di Kota Semarang dengan 0,86 persen,” tutur Adhi Wiriana.


Inflasi yang terjadi di Jawa Tengah tersebut tertahan penurunan harga sejumlah komoditas saat Ramadan tahun ini, seperti harga cabai, beras dan bawang merah. [Democrazy/solopos]