Breaking

logo

04 April 2022

Tangan Anies Jadi Sasaran Cium Anak-Anak Yang Ikut Salat Tarawih di Pendopo

Tangan Anies Jadi Sasaran Cium Anak-Anak Yang Ikut Salat Tarawih di Pendopo

Tangan Anies Jadi Sasaran Cium Anak-Anak Yang Ikut Salat Tarawih di Pendopo

DEMOCRAZY.ID - Ada yang unik saat salat Tarawih berjemaah pertama dilangsungkan di pendopo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.


Di sana, tangan Anies direbut untuk dicium anak-anak yang ikut salat berjemaah. Aksi itu diabadikan dalam sebuah foto yang diunggah Anies dalam akun Facebooknya.


Dalam keterangannya, Anies mengaku kalau  suasana Ramadhan pada 2022 kembali hidup setelah selama dua tahun dibatasi karena kasus pandemi COVID-19.


"Dua tahun sudah Ramadhan terlewati dengan sunyi. Tahun ini berubah. Ramadhan kembali hidup, keceriaan kembali memancar," kata Anies, Minggu (3/4/2022).


Ia pun bersyukur Ramadan tahun ini jemaah telah kembali memenuhi masjid, musala, langgar, tajuk atau surau, bahkan di aula-aula, sehingga suasana Ramadan di malam hari kembali hidup.


"Sekali lagi, selamat puasa. Insyaallah Ramadhan ini membawa kita meraih derajat muttaqin," ucapnya.


Dalam unggahannya, Anies juga membagikan suasana khusuk anak-anak yang ikut beribadah menyambut bulan suci Ramadan.


"Di pendopo kami semua kembali bersujud bersama. Puluhan warga, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, di kampung kami di Lebak Bulus. Pendopo ini memang biasa digunakan untuk tarawih," ucapnya.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian teringat masa kecil ketika ibadah tarawih, yakni sarung, peci, dan baju terlihat rapi saat datang.


Namun, saat akan pulang banyak yang berantakan, peci miring, gulungan sarungnya longgar, bahkan sebagian sudah melorot.


Hal itu berbeda dengan anak-anak perempuan yang sebagian besar tetap rapi dan tertib hingga akhir.


"Tarawih anak-anak laki memang sering dipenuhi dengan keisengan. Bagi mereka, apapun adalah bermain. Itu semua mengingatkan atas masa kecil kita dulu. Segalanya adalah bermain. Hanya di bulan puasa juga, kita dulu bisa dapat izin, main di malam hari," katanya.


Sebelumnya, Anies Baswedan menganjurkan pelaksanaan ibadah Ramadhan dilakukan di masjid asalkan menaati protokol kesehatan.


"Saya menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas bulan suci Ramadhan, berbeda dengan tahun lalu di mana semuanya serba di rumah, sekarang sudah bisa dilaksanakan di masjid," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (31/3).


Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, maka kesehatan bisa dijaga dan kegiatan ibadah dapat dilaksanakan.


Menurut dia, situasi pandemi COVID-19 di Jakarta sudah lebih terkendali dan didukung cakupan vaksinasi yang besar sehingga memungkinkan pelonggaran dilakukan. [Democrazy/era]