-->

Breaking

logo

20 April 2022

Sindir Ade Armando, Pegiat Ilmu Lingkungan: Kalau Akademisi Jadi Buzzer, Negara Pasti Chaos!

Sindir Ade Armando, Pegiat Ilmu Lingkungan: Kalau Akademisi Jadi Buzzer, Negara Pasti Chaos!

Sindir Ade Armando, Pegiat Ilmu Lingkungan: Kalau Akademisi Jadi Buzzer, Negara Pasti Chaos!

DEMOCRAZY.ID - Pegiat ilmu lingkungan, Deni Suyamto menyarankan Ade Armando untuk lebih fokus memilih karir yang ia jalani. 


Apakah kemudian memilih sebagai akademisi atau justru politisi.


Hal tersebut disampaikan Desi saat berkirim pesan kepada mantan Menteri BUMN era presiden SBY, Dahlan Iskan yang dipostingnya melalui laman disway.id pada hari Sabtu, 16 April 2022.


Menurut Desi, seperti sebuah pernyataan yang ia kutip dari salah satu dosen, Prof. Daniel Murdiyarso bahwa seorang akademisi harusnya menempuh jalan sunyi.


“Ade Armando harus memutuskan untuk memilih salah satu, apakah mau menjadi seorang akademisi ataukah menjadi seorang politisi. Berlaku juga untuk yang lainnya!” tulis Desi Suyamto.


“Karena sebagai seorang akademisi itu ya seharusnya madeg pandita, jadi seorang ''wiku'' sejati," tambahnya.


"Lurus, siap menempuh jalan sunyi, kata salah seorang saintis dan dosen terbaik yang masih dimiliki negeri ini: Prof Daniel Murdiyarso,” tulisnya lagi.


Menjadi seorang akademisi begitu penting bagi Desi daripada terpecah fokusnya pada dua hal. Karena ia akan menjadi jalan tengah bagi peradaban bangsa.


“Karena, jika para aktor sains sudah terjun ikut memasuki arena perseteruan politik, siapa yang akan menjadi mediator untuk membawa peradaban bangsa ini menuju ke zona rasional, sebagai syarat mutlak untuk mencapai kemajuan,” ujar Desi.


Ade Armando yang disebut sebagai penista agama dan Ulama oleh Sekjen PAN, kuasa hukum memberikan ultimatum kepada Sekjen PAN untuk meminta maaf dengan tenggat waktu 3x24 jam (Istimewa)


Tidak ada lagi yang lebih objektif melihat suatu permasalahan daripada seorang akademisi.


“Karena hanya sains dan para aktor sains lah yang terbiasa dengan objektivitas dan norma-norma saintifik mertonian lainnya,” ujarnya.


Lebih lanjut lagi Desi Suyamto menegaskan, jika seorang pegiat akademisi ikut terjun dalam persoalan politik. 


Maka kosekuensinya kehidupan berbangsa akan menjadi kacau, chaos dan kolaps.


“Jika para aktor sains (akademisi) malah ikut terlibat di dalam arena perseteruan politik, apalagi sampai menjadi buzzer politik, maka sudah pasti bangsa ini akan semakin terseret menuju chaos dan akhirnya kolaps,” tegas Desi Suyamto.


Selain itu, Desi juga memertanyakan kapan peradaban bangsa bisa menjadi maju terhadap siapapun yang masih memiliki pandangan untuk membalaskan dendam politik orang tua sebagai jalan terbaiknya. [Democrazy/hops]