-->

Breaking

logo

22 April 2022

Setelah Warga Mengadu ke Jokowi Soal Kasus Ujang, Polisi Akhirnya Gelar Audit

Setelah Warga Mengadu ke Jokowi Soal Kasus Ujang, Polisi Akhirnya Gelar Audit

Setelah Warga Mengadu ke Jokowi Soal Kasus Ujang, Polisi Akhirnya Gelar Audit

DEMOCRAZY.ID - Ujang Sarjana, seorang pedagang pasar di Kota Bogor, kini mendekam di penjara. Ujang diduga melakukan pengeroyokan kepada preman yang akan melakukan pungli.


Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 26 November 2021. 


Ketika itu, Ujang Sarjana diduga melakukan pengeroyokan terhadap Andriansyah dan Komeng di Pasar Bogor. 


Andriansyah dan Komeng ini diduga merupakan preman yang melakukan pungli.


Nama Ujang Sarjana mencuat setelah para pedagang pasar curhat ke Presiden Jokowi. 


Rekan-rekannya mengadu kepada Jokowi saat melakukan blusukan ke pasar di Kota Bogor, Kamis (21/4). 


“Pak Jokowi kami menolak pungli ditangkap polisi,” teriak pedagang sembari terisak kepada Jokowi;


“Tenang-tenang,” ujar Jokowi mendengar curhatan tersebut.


Pedagang itu merasa heran karena Ujang menolak pungli dari preman tetapi malah dijebloskan ke penjara.


Sekretaris Kabinet Pramono Anung kala itu turut mendampingi Jokowi. 


Pramono langsung menanyakan nama keluarga pedagang yang dipenjara tersebut.


“Namanya siapa?” tanya Pramono sembari mencatat.


“Ujang Sarjana. Mana mau lebaran anaknya ada empat. Hanya bapak yang bisa bantu kami,” timpal Pedagang.


Polisi Audit Penanganan Kasus Ujang Sarjana


Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro langsung memberikan penjelasan setelah rekan-rekan Ujang Sarjana melapor kepada Jokowi.


Susatyo mengatakan, kasus yang menjerat Ujang ini terjadi pada akhir 2021. 


Atas laporan itu, Susatyo menjamin akan segera melakukan audit terhadap penanganan kasus Ujang Sarjana.


"Kami akan menindaklanjuti dengan audit investigasi," kata dia.


Selain itu, Susatyo mengatakan, kasus ini sebenarnya juga sudah diuji melakukan praperadilan. 


Namun, karena rekan-rekan Ujang sudah mengadu kepada Jokowi, ia menjamin akan menjadikan kasus ini sebagai atensi.


"Keberatan atas penanganan perkara ini juga telah diuji melalui mekanisme praperadilan. Atas informasi ini, kami akan memberikan atensi khusus terhadap perkara ini," kata Susatyo. [Democrazy/kmp]