-->

Breaking

logo

22 April 2022

Sebut Pola Gerakan NII Telah Berubah, Moeldoko: Kini Mereka Berupaya Merebut Heart and Mind!

Sebut Pola Gerakan NII Telah Berubah, Moeldoko: Kini Mereka Berupaya Merebut Heart and Mind!

Sebut Pola Gerakan NII Telah Berubah, Moeldoko: Kini Mereka Berupaya Merebut Heart and Mind!

DEMOCRAZY.ID - Kepala staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bicara mengenai gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang baru-baru ini diungkap Densus 88. 


Moeldoko membeberkan ada perubahan strategi dan pola gerakan NII. 


Dahulu, strategi mereka menguasai wilayah sehingga mudah dilumpuhkan. Sekarang gerakannya berbeda.


"Karena dia strateginya penguasaan wilayah maka mudah dilumpuhkan, daerahnya mudah direbut, pengikutnya mudah diberesin," kata Moeldoko kepada wartawan, Jumat (22/4).


"Itu sebuah pengalaman bagi mereka, maka sekarang gerakan yang dia kembangkan adalah perebutan heart and mind," sambung Moeldoko.


Bagi Moeldoko, gerakan NII saat ini lebih dahsyat. Sebab jika pergerakan senjata mudah dikenali dan pelakunya mudah ditangkap. Sehingga dinilai mudah diselesaikan. 


Tetapi, begitu pergerakan itu melakukan pendekatan dengan perebutan hati dan pikiran, melalui baiat, melalui doktrin-doktrin, menurut Moeldoko, cukup sulit untuk diatasi.


“Jangan salah, itu sudah berada di tengah-tengah kita,” terang Mantan Panglima TNI ini.


Moeldoko membeberkan siapa saja yang menjadi unsur-unsur yang dapat memberikan pengaruh soal NII ini. Mulai dari ASN hingga pengusaha.


"Melalui ASN, melalui aparat keamanan, melalui mahasiswa, melalui berbagai institusi dan termasuk pengusaha dan lebih dahsyat lagi, dia bergerak dengan cara menyembunyikan diri, taqiyyah, dia kamuflase agar tidak dikenali dari awal sehingga dia memiliki keleluasaan untuk memengaruhi orang lain. Hati-hati, ada di tengah-tengah kita,” terang Moeldoko.


Lebih lanjut, Moeldoko menekankan semua pihak harus terbuka matanya bahwa semua perlu mendapatkan kewaspadaan. 


Sebab, kata Moeldoko, NII menjadi kontributor dukungan sumber daya bagi pergerakan semua jaringan teroris internasional di Indonesia.


“Ini saya ingatkan, hati-hati dan kuncinya membangun awareness, membangun kewaspadaan di mana pun kita berada. Jangan ada lagi kita tidak tahu bahwa sebelah kita ternyata teroris, sungguh mengerikan,” tandas Moeldoko.


Sebelumnya, Densus 88 menangkap 16 orang terduga teroris jaringan Negara Islam Indonesia (NII).


Kabagbinops Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan dari pengembangan terduga tersangka teroris tersebut ditemukan berbagai barang bukti. 


Salah satunya yakni adanya upaya NII ingin melengserkan pemerintah sebelum pemilu 2024.


“Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatra Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun pemilu 2024,” kata Aswin dalam keterangannya, Senin (18/4).


Lebih lanjut, Aswin menjelaskan para terduga teroris juga telah mempersiapkan senjata sajam (sajam) berupa golok untuk melancarkan aksi teror.


“Di antara sekian rencana tersebut, terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror yang tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam (disebutkan ‘golok’) dan juga mencari para pandai besi,” ungkapnya. [Democrazy/kmp]