-->

Breaking

logo

20 April 2022

Sebut Negara Tak Lagi Berpihak ke Rakyat, La Nyalla: Lingkaran Oligarki Harus Diakhiri!

Sebut Negara Tak Lagi Berpihak ke Rakyat, La Nyalla: Lingkaran Oligarki Harus Diakhiri!

Sebut Negara Tak Lagi Berpihak ke Rakyat, La Nyalla: Lingkaran Oligarki Harus Diakhiri!

DEMOCRAZY.ID - Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, persoalan masyarakat di 34 provinsi yang ada di Indonesia adalah persoalan kesenjangan kemiskinan. 


Dia menilai, persoalan pengelolaan Sumber Daya Alam dirasakan masih jauh dari keadilan sosial. 


Untuk itu, La Nyalla mengatakan bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tidak boleh kalah dari oligarki. 


"Dalam kesempatan ini, saya menegaskan dalam sistem ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam, rakyat sebagai pemilik kedaulatan tidak boleh kalah oleh Oligarki," katanya melalui Twitter pribadinya @LaNyallaMM1 yang terverifikasi, dikutip Rabu 20 April 2022.


La Nyalla mengatakan bahwa kegelisahan stakeholder di daerah, menurut sangat wajar. Apalagi Sumber Daya Alam itu ada di hadapan mereka. 


"Tetapi tidak jarang, mereka harus tergusur dan menjadi penonton ketika perusahaan-perusahaan besar mulai menguras Sumber Daya Alam tersebut," ucapnya. 


Menurutnya, pola pengelolaan Sumber Daya Alam yang dianut bangsa ini, terutama sejak Amandemen Konstitusi 1999 hingga 2002 semakin menjauh dari amanat dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. 


Dia menilai Negara tidak lagi berpihak kepada pemilik kedaulatan hakiki, yaitu rakyat. Negara ini justru memperkaya segelintir orang.


"Jadi kembali kepada kita. Mau memilih sistem ekonomi yang memperkaya negara atau memperkaya Oligarki. Oligarki yang diperkaya memang akan bisa membiayai Pilpres dan menjadikan seseorang sebagai presiden," katanya. 


Dia melanjutkan bahwa semua kebijakan negara harus menguntungkan dan berpihak kepada rakyat. 


"Lingkaran setan (oligarki-red) ini harus kita potong dan kita akhiri. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan tidak boleh kalah oleh Oligarki yang menempel dan berlindung di balik kekuasaan," ucapnya.  [Democrazy/fin]