-->

Breaking

logo

23 April 2022

Saking Cintanya Pada Yesus, Pria Ini Dapat Hidayah Saat Mabuk dan Putuskan Menjadi Mualaf

Saking Cintanya Pada Yesus, Pria Ini Dapat Hidayah Saat Mabuk dan Putuskan Menjadi Mualaf

Saking Cintanya Pada Yesus, Pria Ini Dapat Hidayah Saat Mabuk dan Putuskan Menjadi Mualaf

DEMOCRAZY.ID - Pengalaman spiritual menjadi mualaf diungkap oleh seorang pria bernama Erick. 


Ia menceritakan bagaimana kisahnya saat memutuskan menjadi seorang mualaf.


Lahir dari keluarga penganut Konghucu dan Katolik, ia mengaku sangat mencintai Yesus. 


Ia pun rutin pergi ke gereja setiap minggu untuk beribadah.


Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa ada kejenuhan dalam dirinya termasuk soal pergaulan yang semakin berat. 


Ia pun mendapat hidayah masuk saat dalam kondisi mabuk.


Seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut.


Saya sangat mencintai Yesus


Dalam ceritanya yang diungkapkan pada sebuah kanal YouTube, Erick menceritakan jika dirinya begitu menyayangi Yesus sebagai agama yang dianutnya sedari dulu.


Seiring berjalannya waktu, ia pun menyadari jika semua ajaran Yesus itu untuk bertauhid. Ia pun berusaha mengikuti semua ajaran yang diajarakan kepadanya.


"Saya sangat cinta pada Yesus, saya berusaha mengikuti semua ajaran Yesus yaitu bertauhid," ujar Erick dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Sabtu, 23 April 2022.


Dapat hidayah ketika sedang mabuk


Erick menceritakan jika dirinya mendapat hidayah untuk masuk Islam justru dalam keadaan mabuk. 


Saat itu ia sedang mabuk-mabukan bersama temannya.


Diketahui, semakin beranjak dewasa ia terpengaruh oleh pergaulan yang gemar mabuk-mabukan. Lambat laun ia pun merasa jenuh dengan dunia tersebut.


"Suatu ketika saya merasa capek, merasa jenuh, dan ketia itu Allah turunkan hidayah ke saya saat saya lagi mabuk," ujarnya.


"Tengah malam abis party, saya di tempat yang sepi lagi bulan purnama saya melihat bulannya ada 2 (keadaan mabuk)," lanjutnya.


Pada saat itu, ia tiba-tiba berpikir jika ia bisa berhenti mabuik-mabukan jika mengaji. 


Hal ini dianggap tak masuk akal oleh temannya yang mengetahui jika Erick adalah seorang non muslim.


"Kita harus stop," ujar Erick.


"Dengan cara ngaji, pada saat itu saya punya pemikiran saya bisa stop dari dunia ini (mabuk-mabukan) jika saya mengaji," lanjutnya.


Mulai dari situ, ia mulai mempelajari lebih dalam soal agama Islam. 


Hingga akhirnya pada tahun 1998, ia memutuskan untuk menjadi seroang mualaf.


Hal ini menarik perhatian netizen untuk berkomentar. 


Tak sedikit yang mendoakan Erick agar selalu istiqomah.


"Masyaa Allah... Kata Pak Eric Memohon kenikmatan Ramdhan selamanya... Speechless aku... Semoga kita semua senantiasa mendapat nikmat Islam dr Allah... Aamiin," komentar akun KhokoJik**.


"MasyaAllah, beginilah cara Allah menjaga agamanya dgn mualaf2 cerdas seperti pak H. Erick...smoga usahanya pak H. Erick makin sukses dan berkah bwt banyak org...aamiin," ujar akun ARI.


"Muallaf cerdas mengisi ngaji cerdas membuat semua orang makin cerdas," komentar akun AChan**. [Democrazy/hops]