Breaking

logo

26 April 2022

Sadar Yesus Tak Pernah Mengaku Sebagai Tuhan, Pendeta Tampan Ini Putuskan Jadi Mualaf

Sadar Yesus Tak Pernah Mengaku Sebagai Tuhan, Pendeta Tampan Ini Putuskan Jadi Mualaf

Sadar Yesus Tak Pernah Mengaku Sebagai Tuhan, Pendeta Tampan Ini Putuskan Jadi Mualaf

DEMOCRAZY.ID - Pendeta Filipus mengungkapkan kisah spiritualnya memutuskan menjadi seorang mualaf. 


Lahir dan berkembang dari keluarga Nasrani yang taat, keputusannya itu sempat menuai pertentangan hingga pengusiran.


Namun hal itu tak membuatnya gentar untuk jadi mualaf. 


Ia meyakini keputusannya sebagai hal tepat. Terlebih, Filipus menyadari jika Yesus tidak pernah mengikarkan diri sebagai Tuhan.


Perjalanannya menjadi mualaf diungkapkan Filipus saat diwawancari dan diundang menjadi bintang tamu dalam sebuah kanal YouTube.


Seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut.


Menjadi Pendeta Berpengaruh


Terlahir dari keluarga yang taat pada agama, Filipus menjadi seorang pendeta. 


Bahkan ia memiliki jabatan penting, yaitu sebagai Pendeta Kristen Pantekosta sekaligus misionaris.


Dalam tugasnya ia berperan penting tak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri. 


Ia bertugas sebagai ambassador (duta) antargereja yang berbasis di Papua, Papua New Guinea dan Australia.


Sadar Jika Yesus Tak Mengikrarkan Diri Sebagai Tuhan


Semakin memperdalam ilmu agama dalam kitab Injil, ia juga mempelajari kitab-kitab lain seprti Taurat dan Zabur. 


Hal ini pula lah yang mengantarkan dirinya pada agama Islam.


“Saya kemudian meyakini apa yang saya pelajari dari kitab-kitab Allah, terutama dari Injil, Taurat dan Zabur yang mengantarkan jalan saya menuju Islam," ujar Filipus dikutip dari kanal YouTube Hidayatullah TV, Selasa, 26 April 2022.


"Bukan karena harta, takhta dan wanita saya masuk Islam, tetapi karena benar-benar Allah Ta’ala yang mengetuk pintu hati saya,” lanjutnya.


Membaca dan mendalami Alkitab, Filipus menemukan sebuah ayat yang memperkuat keyakinannya pada Islam. 


Ayat itu mengungkap jika Yesus adalah utusan Tuhan dan bukan sebagai Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Yohanes 17:3.


"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus," ujarnya.


Putuskan Menjadi Mualaf


Sejak itu ia mempelajari dan belajar agama Islam. 


Ia akhirnya memutuskan menjadi seorang mualaf pada tahun 2009 lalu. Kini Filipus menjadi seorang ustaz dan juga khatib. 


Namanya pun berganti menjadi Muhammad Fadly Filipus. [Democrazy/hops]