Breaking

logo

27 April 2022

Rakyat Kena Tekanan Ekonomi, Faisal Basri Teriak: Uang Batubara Itu Kemana? Kok Nggak Ngalir ke Rakyat..?!!

Rakyat Kena Tekanan Ekonomi, Faisal Basri Teriak: Uang Batubara Itu Kemana? Kok Nggak Ngalir ke Rakyat..?!!

Rakyat Kena Tekanan Ekonomi, Faisal Basri Teriak: Uang Batubara Itu Kemana? Kok Nggak Ngalir ke Rakyat..?!!

DEMOCRAZY.ID - Ekonom Senior, Faisal Basri menyentil pihak-pihak yang selama ini diuntungkan dengan kekayaan alam Indonesia namun tak ada kontribusi kepada masyarakat ketika masyarakat susah. Misalnya ketika ekonomi sulit sampai hari ini. 


Ia mengatakan bahwa adanya gejolak di luar negeri seharusnya tidak berpengaruh kepada masyarakat, apabila negara mampu mengajak orang yang mengeruk kekayaan negara untuk membantu warga yang susah.


"Kalau orang banyak bilang ekonomi Indonesia anjlok karena gejolak di luar negeri, saya katakan seharusnya keadaan luar negeri tidak mempengaruhi kondisi masyarakat kota ketika negara hadir," katanya dalam diskusi di forum Perhimpunan Kembali Menemukan Indonesia, di Jakarta Selatan, pada Rabu (27/04/2022). 


"Negara hadir maksudnya adalah negara mampu mengaja yang punya rejeki nomplok membantu yang susah, batu bara misalnya. Mereka dari ekspor saja bisa 500 Triliun, itu tahun lalu. Kemana aja itu uang? Nggak ada juga yang ngalir ke rakyat, ini harusnya kita gugat," sambungnya.


Ia menegaskan para pengusaha kelas kakap itu sadar bahwa mereka mengeruk di tanah Indonesia, bukan tanah mereka sendiri.


Sedangkan dalam Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.


Oleh karena itu, ia menyayangkan saat orang yang mengeruk kekayaan Indonesia tiba-tiba menghilang saat rakyat butuh uluran tangan. 


Misalnya ketika masyarakat sampai berebutan minyak goreng karena ada kelangkaan.


"Kemana itu pasal 33 UUDH 1945? Kok rakyat sampai-sampai menderita dalam kasus minyak goreng. Kemana pendapat sawit yang ratusan itu? Mereka nanam di Indonesia. Seharusnya kembali ke rakyat, bukan untuk pribadi," ucapnya.


Lebih lanjut, Faisal lantas menyinggung kerusakan alam yang terjadi di Halmahera karena penambangan emas. 


Ia mengungkapkan bahwa emas di sana sudah dikeruk, namun masyarakat setempat tidak merasakan keuntungan.


Oleh karena itu, ia menilai bahwa rakyat harus berkonsolidasi melihat kenyataan-kenyataan tersebut. 


Sebab, yang mampu menjadi perekat bagi bangsa Indonesia adalah keadilan sosial.


Tanpa itu, kata dia, negara ini akan terus berkonflik dan tak pernah damai. 


"Bahkan sekarang banyak masyarakat yang mengatakan, ngapain di bawah naungan NKRI tapi malah rugi. Pikiran-pikiran tersebutlah yang saat ini muncul," pungkasnya. [Democrazy/pop]