-->

Breaking

logo

05 April 2022

Puan Dinilai Pahami Kebutuhan Umat Islam Usai Bangun Masjid di Pinggiran Jakarta

Puan Dinilai Pahami Kebutuhan Umat Islam Usai Bangun Masjid di Pinggiran Jakarta

Puan Dinilai Pahami Kebutuhan Umat Islam Usai Bangun Masjid di Pinggiran Jakarta

DEMOCRAZY.ID - Sebuah masjid dibangun Ketua DPR RI, Puan Maharani, di pinggiran Kota Jakarta, tepatnya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Masjid itu diberi nama At-Taufik.


Tujuan dari pemberian nama itu adalah untuk mengenang sosok sang ayah, Taufik Kiemas.


Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menilai, tindakan Puan mencerminkan sikap pedulinya kepada umat Islam. 


Menurutnya, masjid merupakan kebutuhan riil umat Islam untuk tempat beribadah.


"Puan membangun masjid artinya Puan dekat dengan umat Islam. Dia paham betul dengan kebutuhan ibadah umat Islam," ujar Adi, Selasa (5/4).


Sikap Puan dekat dengan umat Islam, lanjut Adib, bisa dilihat dari faktor Puan yang berasal dari keluarga yang memang dekat dengan para ulama.


Dia menyebutkan, Taufik Kiemas merupakan figur yang dekat dengan aktivis Islam, bahkan merupakan anggota Masyumi.


Selain itu, kakek Puan, Ir. Soekarno, juga dekat dengan umat Islam. 


Bahkan Bapak Proklamator ini merupakan anggota dari Muhammadiyah.


Selain itu, PDIP sebagai tempat Puan bernaung juga banyak diisi oleh banyak kaum santri. 


Menurut Adib, hal ini secara tidak langsung memiliki kedekatan dengan kelompok Nahdlatul Ulama (NU).


"Lingkungan tempat dia bernaung, menjadi faktor utama pembentuk pribadi Puan. Ini tak salah akhirnya Puan menjelma jadi sosok yang dekat dengan umat Islam," tuturnya.


"Hal inilah yang jarang disadari publik dan selalu menyematkan stigma negatif ke Puan. Di mana karena berasal dari PDIP, dia dianggap tidak ramah kepada kelompok Islam. Sebab selama ini PDIP dituduh dengan kelompok komunis," tandas Adib.


Masjid At-Taufik yang didirikan Puan bertempat di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung. 


Pembangunan masjid ini dalam rangka mengenang almarhum ayahnya, Taufik Kiemas yang meninggal pada 8 Juni 2013.


Selain itu, Masjid At-Taufik dibangun untuk memenuhi kebutuhan ibadah umat Islam di wilayah tersebut.  [Democrazy/rmol]