-->

Breaking

logo

12 April 2022

Pengamat Poltik: Apakah Jokowi Punya 'Nyali' Copot Menko Luhut?

Pengamat Poltik: Apakah Jokowi Punya 'Nyali' Copot Menko Luhut?

Pengamat Poltik: Apakah Jokowi Punya 'Nyali' Copot Menko Luhut?

DEMOCRAZY.ID - Lazimnya saat Presiden Joko Widodo tidak berkenan dengan kinerja menteri, maka jalan perombakan akan dilakukan. 


Namun kemarahan Jokowi kepada menteri yang berwacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden, tampaknya tidak akan berujung sama.


Sebab, menteri yang berwacana tentang penundaan pemilu itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan, yang dikenal sebagai orang yang paling dekat dengan Jokowi.


Politisi PDI Perjuangan Bambang Beathor Suryadi ragu Jokowi berani memecat Menko Kemaritiman dan Investasi itu, sekalipun partainya melalui Masinton Pasaribu sudah memberi indikasi untuk mendukung langkah pemecatan.


“Mencopot Luhut, tidaklah mudah. Saat ada aksi BEM SI, Luhut malah mendapat satu kepercayaan lagi. Yaitu Kepala Dewan Air, sehingga ada 12 jumlah jabatannya,” ujar Beathor Suryadi, Selasa (12/4).


“LBP adalah hoppeng Presiden, beda dengan Menteri menteri lain yang titipan ketua partai,” sambungnya.


Beathor mengurai bahwa Luhut memiliki karakter batak yang kuat. 


Yaitu berani pasang ada untuk membela dan melindungi semua kekurangan Jokowi. 


Baik tentang tidak percaya diri, kurang uang, kurang pengetahuan politik, tidak punya cakrawala pengetahuan, kurang pergaulan, kurang cerdas, dan serba kekurangan yang lainnya.


“Di awal 2014, Jokowi masih punya Rini Suwandi yang mampu putar-putar di antara direksi BUMN, yang tidak dipahami presiden,” ujarnya.


“Lantas, apa mungkin presiden berani copot Luhut. Ada yang bilang, mencopot Luhut, maka tumbanglah pulak si Jokowi itu dari Istana Presiden,” sambung Beathor.


Apalagi, kini Luhut telah memiliki banyak akar relawan di penjuru nusantara. 


Sehingga, Beathor pun ragu Jokowi punya nyali untuk mencopot Luhut.


“Apakah Jokowi punya nyali mencopot Luhut yang akar relawannya semakin kuat?” tutupnya. [Democrazy/rmol]