-->

Breaking

logo

06 April 2022

Pedes! Singgung Soal 3 Periode Hingga Ingin Ubah Konsltitusi, Eggi Sudjana: Itulah Namanya Setan!

Pedes! Singgung Soal 3 Periode Hingga Ingin Ubah Konsltitusi, Eggi Sudjana: Itulah Namanya Setan!

Pedes! Singgung Soal 3 Periode Hingga Ingin Ubah Konsltitusi, Eggi Sudjana: Itulah Namanya Setan!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Eggi Sudjana, memberikan kritikan keras terhadap wacana perpanjang masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode.


Cuplikan video Eggi itu awalnya diunggah oleh kanal YouTube PEJUANG RECEH. Namun, diunggah ulang oleh pemilik akun Twitter @Ravispa_STB pada Senin (4/4/2022).


Dalam video tersebut, Eggi terlihat sedang berbincang dengan seorang pria dan membahas soal lembaga survei.


Pria itu kemudian menyampaikan bahwa banyak lembaga survei hingga pengusaha sudah balik badan sehingga dukungan Jokowi untuk tiga periode hanya lima persen.


“Banyak lembaga survei balik badan, ternyata yang dukung Jokowi tiga periode hanya lima persen,” ujarnya dikutip Populis.id dari akun Twitter @Ravispa_STB pada Rabu (6/4/2022).


Ia menambahkan, “’Kini pengusaha juga banyak balik badan, bantah klaim Menteri Bahlil bahwa pengusaha dukung penundaan pemilu. Pembohong publik wajib diberhentikan’. Ini tweet-nya dari pak Anthony Budiawan ya. Ini seru nih bang.”


Setelah itu, Eggi Sudjana mengartikan bahwa wacana penundaan pemilu atau perpanjang masa jabatan presiden jadi tiga periode sudah tidak memiliki kekuatan.


Eggi mengatakan, “Artinya ada fakta, pendukung Jokowi pada balik kanan gitu. Tapi intinya udah enggak ada kekuatanlah sebenernya, masa 5 persen bisa ngalahkan 95 persen, ya kagak lah.”


Setelah itu, pria yang bersama Eggi kembali membacakan soal pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, yang menepis klaim Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.


“Apindo mengaku tak pernah mengajak bicara soal penundaan pemilu. Apindo itu Asosiasi Pengusaha Indonesia. Ketua umumnya Hariyadi Sukamdani menapik klaim Menteri Investasi Bahlil bahwa penundaan periode pemilu berdampak positif bagi dunia usaha,” jelasnya.


Eggi kemudian menanggapi dengan mengingatkan soal Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 7 yang berisi: “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang samal, hanya untuk satu kali masa jabatan.”


Eggi bahkan menyebut pihak-pihak yang meminta UUD 1945 diubah sebagai setan karena memiliki pemikiran jahat.


“Udah jelas di Pasal 7 Undang-Undang Dasar ’45 periode itu cuma dua kali, enggak boleh (lebih). Per lima tahun sekali ganti, itu Pasal 7,” jelasnya.


“Kok minta diganti, kok minta diubah, kok minta ditunda pemilu, kok minta 3 periode. Ini namanya keinginan yang tadi, minta 3 periode, didomplengi dengan cara berpikir yang jahat dan itulah namanya setan,” sambung Eggi.


Saat mengunggah cuplikan video Eggi Sudjana tersebut, @Ravispa_STB menulis, “Semua Serba Naik Kok Minta 3 Periode HALU.” [Democrazy/populis]